Ambon, Maluku Post.com – Perusahaan Perdagangan Indonesia cabang Maluku menjamin ketersediaan gula pasir di pasaran mencukupi kebutuhan masyarakat di seluruh wilayah provinsi tersebut hingga Lebaran 1437 Hijriah.
“Stok gula pasir di pasaran saat ini bisa mencukupi kebutuhan masyarakat di sembilan kabupaten dan dua kota di Maluku hingga menjelang Lebaran 1437 Hijriah,” kata General Manager PPI Cabang Maluku Djemi Komanbouw di Ambon, Jumat (24/6).
Dia mengakui, perusahaan yang dipimpinnya menjadi satu-satunya distributor yang dipercaya secara nasional untuk menangani penyaluran gula pasir termasuk di Maluku.
Perusahaan tersebut juga dipercaya pemerintah provinsi Maluku maupun kabupaten/kota untuk berpartisipasi pada kegiatan pasar murah Ramadhan 1437 Hijriah yang dilakukan di berbagai tempat.
Dia mengatakan sejak dipercaya menangani penyaluran gula pasir, pihaknya memasok sebanyak 69 ton guna pasir dan didistribusikan ke 11 kabupaten/kota di Maluku.
Khusus pada kegiatan pasar murah Ramadhan, PPI menjual gula pasir dengan harga dibawah normal yakni gula kristal putih Rp14.000 per Kg, sedangkan harga pasarannya yakni Rp18.000 per Kg, atau lebih murah Rp4.000 per Kg.
Djemi mengakui, dari 69 ton yang didatangkan sebelum bulan Ramadhan, saat ini hanya tersisa sebanyak 10 ton, dan diperkirakan mencukupi kebutuhan masyarakat hingga tiga hari menjelang perayaan Idul Fitri.
“Tetapi masyarakat tidak perlu khawatir karena kami telah memesan puluhan ton gula pasir dari sentra di Jawa Timur, dan sedang dalam pengangkutan menuju Kota Ambon menggunakan kapal laut.
Dia optimis tambahan pasokan puluhan ton gula tersebut sekaligus menjamin kebutuhan masyarakat hingga selesai Lebaran, sekaligus menjamin ketersediaan stok di pasaran dan mencegah kenaikan harga akibat ulah para spekulan.
“Kami juga telah menyediakan stok khusus untuk operasi pasar, jika sewaktu-waktu terjadi kelangkaan gula di pasaran dan sasarannya untuk warga kurang mampu di Maluku,” tandasnya.
Harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar di Kota Ambon dan sekitarnya, harga kebutuhan pokok masih stabil, dikarenakan, sejumlah institusi dan lembaga terus melakukan aksi pasar murah, di samping Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Maluku, terus melakukan pemantauan di lapangan, sekaligus menjamin harga kebutuhan tetap normal karena stok tersedia hingga akhir Idul Fitri. (MP-3)


