Soplanit : Kadis ESDM Mesti Secepatnya Minta Maaf Kepada Wartawan
Ambon, Maluku Post.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Maluku mengecam keras sikap dan pernyataan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Maluku, Martha Nanlohy yang menyatakan wartawan di Maluku menyebarkan berita bohong dan bodoh.
“Wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistiknya berpegang pada undang-undang pers dan kode etik jurnalistik salah satunya adalah melakukan cek dan ricek sebuah berita guna menghadirkan berita yang cover both side. Dimana wartawan telah melakukan konfirmasi langsung kepada Nanlohy selaku Kepala Dinas ESDM Maluku terkait kasus dugaan gratifikasi yang diterima Nanlohy, “ demikian disampaikan Wakil Ketua Bidang Pembelaan Wartawan PWI Maluku, Melky Soplanit di Ambon, Selasa (28/6).
Dijelaskan Soplanit, pernyataan Kadis ESDM Maluku, Martha Nanlohy yang menyatakan wartawan Maluku telah menyampaikan berita bohong mengenai dugaan gratifikasi yang diterimanya dan juga Nanlohy menyatakan wartawan bodoh, menunjukkan bahwa Nanlohy sebagai seorang pejabat di Provinsi Maluku, sama sekali tidak menguasai tata aturan berkomunikasi. Semestinya ketika di konfirmasi wartawan mengenai adanya dugaan gratifikasi yang diterimanya dari proses pengolahan emas berkedok pembersihan sedimentasi di gunung botak, Nanlohy harusnya menjelaskan duduk persoalan yang sebenarnya kepada wartawan agar wartawan dapat menyajikan berita hasil konfirmasi tersebut.
“Selain itu juga pernyataan Nanlohy selaku Kadis ESDM Maluku telah menyakiti perasaan dan harga diri wartawan di Maluku. Pasalnya Nanlohy dalam pernyataannya tidak menyebutkan oknum wartawan siapa yang menyampaikan berita bohong dan bodoh. Akan tetapi pernyataan Nanlohy ini ditujukan kepada semua wartawan di Maluku,“ ujarnya.
Tagal itu PWI Maluku menuntut agar Kepala Dinas ESDM Maluku, Martha Nanlohy meminta maaf secara terbuka kepada seluruh wartawan di Maluku baik secara langsung maupun lewat media elektronik maupun media cetak.
“Jika dalam waktu tiga hari Nanlohy tidak meminta maaf secara terbuka kepada insan pers di Maluku, maka PWI Maluku secara resmi akan menyurati Gubernur Maluku agar menegur Kepala Dinas ESDM Maluku, bahkan PWI Maluku akan meminta Gubernur Maluku untuk mencopot jabatan Nanlohy selaku Kadis ESDM, “ tandas Soplanit. (MP-7)


