Ambon, Maluku Post.com – Dikhawatirkan menghilangkan Barang Bukti (BB), melarikan diri dan mengulangi perbuatannya, jaksa penuntut umum langsung melakukan penahanan terhadap dua tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan lahan dan gedung Bank Maluku cabang Surabaya, yakni Idris Rolobessy yang dulunya menjabat selaku Direktur Umum dan sekarang menjabat selaku direktur Utama Bank Maluku serta Pedro Tentua selaku kepala devisi corset Bank Maluku. Penahanan terhadap dua petinggi Bank Maluku ini dilakukan penyidik Kejaksaan Tinggi Maluku di Ambon, Rabu (1/6).
Ramadhany salah satu anggota tim penyidik kasus dugaan korupsi pengadaan lahan dan gedung Bank Maluku cabang Surabaya mengungkapkan, penahanan terhadap kedua tersangka kasus Bank Maluku cabang Surabaya ini lantaran adanya kekhawatiran penyidik.
“Penyidik khawatir para tersangka akan menghilangkan barang bukti, melarikan diri maupun mengulangi perbuatannya. Oleh karena itu setelah melakukan pemeriksaan terhadap para tersangka maka penyidik langsung melakukan penahanan terhadap kedua, “ ungkapnya.
Menurut Ramadhany, penahanan tersebut dilakukan guna memudahkan penyidik dalam melakukan tugas penyidikan tersebut sehingga dapat memenuhi semua unsur hukum dalam kasus tersebut.
Berdasarkan pantauan di Kejaksaan Tinggi Maluku, Idris Rolobessy dan Pedro Tentua terlihat mendatangi Kejaksaan Tinggi Maluku sekitar pukul 10.00 wit dan langsung menuju ruang pemeriksaan. setelah dilakukan pemeriksaan terhadap kedua pejabat Bank Maluku tersebut.
Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku lantas mengeluarkan surat perintah penahanan terhadap Rolobessy dan Tentua. Setelah menyelesaikan administrasi, penyidik lantas membawa keduanya ke mobil tahanan untuk selanjutnya dibawa ke Rumah Tahanan Waiheru.
Sebelum digiring ke dalam mobil tahanan, Rolobessy sempat memarahi penasihat hukumnya, Munir Kairotty. Rolobessy mengeluh tentang tugas Kairoti yang dianggapnya tidak becus lantaran dirinya ditahan jaksa.
Munir Kairotty sendiri juga sempat memarahi para jurnalis yang tengah meliput proses eksekusi terhadap Rolobessy dan Tentua. Munir mengungkapkan, para wartawan tidak bagus lantaran selalu menyoroti kasus Bank Maluku cabang Surabaya.
Proses penahanan terhadap Idris Rolobessy dan Pedro Tentua juga dipenuhi kerabat dan keluarga tersangka Idris Rolobessy yang terlihat memenuhi depan kantor Kejaksaan Tinggi Maluku.
Bahkan ketika Direktur Utama Bank Maluku ini digiring ke Rutan Waiheru, terlihat beberapa kerabat Rolobessy sempat menangis. (MP-3)


