Huwae Tegaskan Laporkan Disertai Dengan Bukti Maka Akan Ditindaklanjuti
Ambon, Maluku Post.com – Maraknya makelar dan broker rekomendasi partai untuk bakal calon (balon) kepala daerah membuat masyarakat makin sinis melihat kinerja partai yang hanya mementingkan duit semata tanpa memikirkan kualitas pemimpin yang akan memimpin dalam pemerintahan.
Rumor yang beredar dikalangan masyarakat Kota Ambon bahwa ada oknum di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) setempat yang menjadi makelar dan broker rekomendasi untuk salah satu balon kepala daerah.
Terkait dengan hal itu, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Maluku, Edwin Adrian Huwae dikonfirmasi di Ambon, Kamis (7/7) menegaskan, Partai yang dipimpinnya di Maluku adalah partai yang mencalonkan orang tanpa mahar politik, oleh karena itu jika ada broker dan makelar politik di PDIP jangan mempercayai mereka.
Menurut Huwae, dirinya mendapat arahan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP untuk memperlakukan semua balon kepala daerah sama, tidak ada yang dianak-emaskan, hal ini disebabkan parameter ukur PDIP adalah objektif.
“Yang menginginkan transaksi uang laporkan saja, itu pelanggaran disiplin partai keras di PDI perjuangan dan saya pastikan kalau ada yang melaporkan dengan bukti yang kuat maka akan dikenakan sanksi partai,” tandasnya.
Dijelaskan Huwae, PDIP Perjuangan adalah partai yang terbuka, sehingga kalau sekiranya ada broker atau makelar yang ada di tubuh PDIP di Maluku segera laporkan, karena itu sanksi pelanggaran disiplin berat, sesuai arahan DPP.
“Bagi yang ingin mentransaksikan rekomendasi PDI Perjuangan hal ini sangat berbahaya dan kader yang terlibat akan dikenakan sanksi, karena rekomendasi yang diberikan PDIP nantinya tanpa mahar politik,” tegasnya.
Huwae menambahkan, terkait broker dan makelar politik tersebut telah disampaikan kepada para balon saat assesment dan fit and propetest oleh DPP. Sehingga para balon kepala daerah jangan coba-coba bermain uang untuk suap dalam rangka mendapatkan rekomendasi.
“Saya menghimbau kepada seluruh calon kepala daerah jangan coba-coba memberikan uang kepada kader uang, apalagi kader partai yang meminta maka segera laporkan saja,” ungkapnya.
Huwae menegaskan kalau ada yang kemudian memberi uang kepada kader partai dan ketahuan, maka bagi bakal calon yang sudah mendapatkan rekomendasi dipastikan rekomendasinya dicabut, karena kita tanpa mahar politik.
“Jangan percaya makelar politik, segera laporkan disertai dengan bukti-bukti dan DPD PDIP Maluku akan memberikan sanksi, kalau lapor tanpa bukti maka belum tentu ditindak lanjuti, minimal ada saksi dari pernyataan yang disampaikan,” pungkas Huwae. (MP-1)


