Dinkes Kota Tual Intensif Sikapi Masalah Penyakit Menular

Tual, Maluku Post.com - Masalah Kesehatan adalah masalah yang kini mencuri banyak perhatian di berbagai kalangan, mulai dari masalah Demam berdarah Dengue (DBD) sampai pada HIV/AIDS, terkait hal itu Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tual pun sigap dalam menyikapi semua permasalahan yang menyangkut kesehatan masyarakat di daerah setempat. Kepala Dinkes Kota Tual Dra. Bau Intang, A.Pt.M.Kes, saat dikonfirmasi di Tual, Jumat (1/7) mengatakan bahwa pihaknya sangat intensif dalam hal pelayanan terhadap peningkatan kasus DBD dan HIV/AIDS dengan melakukan berbagai kegiatan untuk pemberantasan penyakit menular. “Setiap tahun kami menyiapkan anggaran untuk menyikapi hal itu dalam bentuk kegiatan-kegiatan, misalnya untuk mencegah peningkatan kasus DBD kami melaksanakan beberapa kegiatan yakni sosialisasi ke masyarakat, sosialisasi PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat), sosialisasi tentang kebersihan lingkungan hingga kegiatan pengasapan (fogging) di seluruh desa di wilayah Kota Tual,” ungkap Intang. Menurut Intang, tahun 2016 ini pihaknya melakukan Fogging (pengasapan) secara menyebar ke seluruh desa-desa yang ada dalam wilayah pelayanan Kesehatan Kota Tual, namun sebelum hal itu dilakukan pihaknya lebih dulu melakukan peninjauan lokasi kegiatan. “Alhamdulillah sejak proses pengasapan tersebut kasus DBD di desa-desa kota Tual menurun bahkan tidak ada lagi laporan-laporan masyarakat terkait DBD, meskipun demikian, kami masih tetap mengantisipasi kondisi perubahan cuaca yang terjadi sekarang di wilayah ini,” tandasnya. Ketika ditanya tentang kasus HIV/AIDS, Intang katakan pihaknya juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat, termasuk anggarannya disiapkan oleh dinas kesehatan kota Tual sendiri. “Untuk kasus HIV/AIDS, selain menyiapkan anggaran, kami selalu intens dan balance dalam menanggulangi dan mencegah bahaya HIV/AIDS ini, berupa sosialisasi, kampanye serta kegiatan On The Spot (turun lapangan),” ujarnya. Dijelaskan Intang, selain kegiatan dan kampanye kesehatan tersebut pihaknya secara rutin melakukan pemeriksaan ke tempat-tempat RISTI (Resiko Tinggi) misalnya tempat-tempat hiburan malam. Sesuai dengan data yang ada di dinkes Kota Tual sampai dengan April kemarin sekitar 50 orang yang positif AIDS. “Dalam upaya untuk mengkampanyekan bahaya HIV/ADIS ini, Dinkes Kota Tual juga telah bekerja sama dengan organisasi kepemudaan yakni KNPI dalam mensosialisasikan dan mengkampanyekan Bahaya HIV/AIDS, dan ini sudah dilaksanakan beberapa waktu lalu,” tandas Intang. Ditambahkan Intang, Organisasi-organisasi kepemudaan keagamaan seperti pemuda gereja, remaja masjid ketika melakukan suatu kegiatan sosial kemasyarakatan, maka pihaknya akan selalu diundang untuk mensosialisasikan masalah kesehatan termasuk didalamnya masalah HIV/AIDS. “Kami sangat mengapresiasi kerjasama yang dibangun oleh organisasi-organisasi keagamaan ini, karena mereka sangat peduli akan masalah kesehatan orang banyak, semoga dengan adanya kegiatan-kegiatan berupa sosialisasi dan kampanye akan bahaya HIV/AIDS ini, masyarakat dapat terbebas dari bahaya penyakit menular pembunuh nomor satu ini,” pungkasnya. (MP-15)

Tual, Maluku Post.com – Masalah Kesehatan adalah masalah yang kini mencuri banyak perhatian di berbagai kalangan, mulai dari masalah Demam berdarah Dengue (DBD) sampai pada HIV/AIDS, terkait hal itu Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tual pun sigap dalam menyikapi semua permasalahan yang menyangkut kesehatan masyarakat di daerah setempat.

Kepala Dinkes Kota Tual Dra. Bau Intang, A.Pt.M.Kes, saat dikonfirmasi di Tual, Jumat (1/7) mengatakan bahwa pihaknya sangat intensif dalam hal pelayanan terhadap peningkatan kasus DBD dan HIV/AIDS dengan melakukan berbagai kegiatan untuk pemberantasan penyakit menular.

“Setiap tahun kami menyiapkan anggaran untuk menyikapi hal itu dalam bentuk kegiatan-kegiatan, misalnya untuk mencegah peningkatan kasus DBD kami melaksanakan beberapa kegiatan yakni sosialisasi ke masyarakat, sosialisasi PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat), sosialisasi tentang kebersihan lingkungan hingga kegiatan pengasapan (fogging) di seluruh desa di wilayah Kota Tual,” ungkap Intang.

Menurut Intang, tahun 2016 ini pihaknya melakukan Fogging (pengasapan) secara menyebar ke seluruh desa-desa yang ada dalam wilayah pelayanan Kesehatan Kota Tual, namun sebelum hal itu dilakukan pihaknya lebih dulu melakukan peninjauan lokasi kegiatan.

“Alhamdulillah sejak proses pengasapan tersebut kasus DBD di desa-desa kota Tual menurun bahkan tidak ada lagi laporan-laporan masyarakat terkait DBD, meskipun demikian, kami masih tetap mengantisipasi kondisi perubahan cuaca yang terjadi sekarang di wilayah ini,” tandasnya.

Ketika ditanya tentang kasus HIV/AIDS, Intang katakan pihaknya juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat, termasuk anggarannya disiapkan oleh dinas kesehatan kota Tual sendiri.

“Untuk kasus HIV/AIDS, selain menyiapkan anggaran, kami selalu intens dan balance dalam menanggulangi dan mencegah bahaya HIV/AIDS ini, berupa sosialisasi, kampanye serta kegiatan On The Spot (turun lapangan),” ujarnya.

Dijelaskan Intang, selain kegiatan dan kampanye kesehatan tersebut pihaknya secara rutin melakukan pemeriksaan ke tempat-tempat RISTI (Resiko Tinggi) misalnya tempat-tempat hiburan malam. Sesuai dengan data yang ada di dinkes Kota Tual sampai dengan April kemarin sekitar 50 orang yang positif AIDS.

“Dalam upaya untuk mengkampanyekan bahaya HIV/ADIS ini, Dinkes Kota Tual juga telah bekerja sama dengan organisasi kepemudaan yakni KNPI dalam mensosialisasikan dan mengkampanyekan Bahaya HIV/AIDS, dan ini sudah dilaksanakan beberapa waktu lalu,” tandas Intang.

Ditambahkan Intang, Organisasi-organisasi kepemudaan keagamaan seperti pemuda gereja, remaja masjid ketika melakukan suatu kegiatan sosial kemasyarakatan, maka pihaknya akan selalu diundang untuk mensosialisasikan masalah kesehatan termasuk didalamnya masalah HIV/AIDS.

“Kami sangat mengapresiasi kerjasama yang dibangun oleh organisasi-organisasi keagamaan ini, karena mereka sangat peduli akan masalah kesehatan orang banyak, semoga dengan adanya kegiatan-kegiatan berupa sosialisasi dan kampanye akan bahaya HIV/AIDS ini, masyarakat dapat terbebas dari bahaya penyakit menular pembunuh nomor satu ini,” pungkasnya. (MP-15)

Pos terkait