DPRD Soroti Kecamatan Letisel Akibat Kurang Diperhatikan Pemkot Ambon

Ambon, Maluku Post.com - Kurangnya perhatian Pemerintah Kota Ambon dan pengawasan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) mengakibatkan warga kecamatan Leitimur Selatan (Leitisel) mengalami ketertinggalan, hal ini terlihat jelas minimnya pembangunan infrastruktur hingga pemberdayaan masyarakat. Sejumlah infrastruktur yang dibangun pemerintah seperti gedung pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) dan puskesmas pembantu (Pustu) yang dibiarkan terbengkalai serta tenaga kesehatan yang tak kunjung nampak di wilayah tersebut justru menambah beban masyarakat Leitisel. Tidak hanya itu, infrastruktur jalan dan jembatan yang seakan dibiarkan rusak juga menjadi salah satu faktor ketertinggalan di wilayah tersebut. Menyikapi persoalan tersebut, Eakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Ambon, Saidna Azhar Bin Thahir, di Ambon, Jumat (22/7) mengatakan, berbagai persoalan di kecamatan Leitisel telah dibahas melalui rapat internal komisi. Tidak hanya itu, berbagai upaya penanggulangan juga telah disepakati bersama. “Hal-hal yang berkaitan dengan pemerintahan, pelayanan publik, kesehatan dan berbagai persoalan lainnya di kecamatan Leitisel yang menjadi tupoksi Komisi I telah dibahas dalam rapat internal komisi beberapa waktu lalu. Bahkan ada berbagai upaya yang telah disepakati bersama guna mengatasi persoalan-persoalan tersebut,” ungkapnya. Thahir yang merupakan politisi asal PKS ini menegaskan, masyarakat Leitisel merupakan bagian dari representasi Kota Ambon yang wajib mendapat bagian dalam konsep pemerataan dan kesinambungan pembangunan. Sehingga kedepan, komisi I akan lebih meningkatkan pengawasan terhadap pembangunan serta pelayanan publik bagi oleh pemerintah. “Tidak hanya menjadi wacana internal komisi, Kita juga akan mengimplementasi setiap keputusan bersama yang telah ditetapkan. Untuk itu, dalam waktu dekat Komisi I akan melakukan tinjuan lapangan agar dapat melihat langsung berbagai persoalan yang kerap meresahkan masyarakat. Agar dari tinjuan tersebut kita dapat mengambil langkah strategis guna menormalisasikan pembangunan dan pelayanan publik di kecamatan Leitisel,” tegasnya. (MP-8)

Ambon, Maluku Post.com – Kurangnya perhatian Pemerintah Kota Ambon dan pengawasan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) mengakibatkan warga kecamatan Leitimur Selatan (Leitisel) mengalami ketertinggalan, hal ini terlihat jelas minimnya pembangunan infrastruktur hingga pemberdayaan masyarakat.

Sejumlah infrastruktur yang dibangun pemerintah seperti gedung pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) dan puskesmas pembantu (Pustu) yang dibiarkan terbengkalai serta tenaga kesehatan yang tak kunjung nampak di wilayah tersebut justru menambah beban masyarakat Leitisel. Tidak hanya itu, infrastruktur jalan dan jembatan yang seakan dibiarkan rusak juga menjadi salah satu faktor ketertinggalan di wilayah tersebut.

Menyikapi persoalan tersebut, Eakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Ambon, Saidna Azhar Bin Thahir, di Ambon, Jumat (22/7) mengatakan, berbagai persoalan di kecamatan Leitisel telah dibahas melalui rapat internal komisi. Tidak hanya itu, berbagai upaya penanggulangan juga telah disepakati bersama.

“Hal-hal yang berkaitan dengan pemerintahan, pelayanan publik, kesehatan dan berbagai persoalan lainnya di kecamatan Leitisel yang menjadi tupoksi Komisi I telah dibahas dalam rapat internal komisi beberapa waktu lalu. Bahkan ada berbagai upaya yang telah disepakati bersama guna mengatasi persoalan-persoalan tersebut,” ungkapnya.

Thahir yang merupakan politisi asal PKS ini menegaskan, masyarakat Leitisel merupakan bagian dari representasi Kota Ambon yang wajib mendapat bagian dalam konsep pemerataan dan kesinambungan pembangunan. Sehingga kedepan, komisi I akan lebih meningkatkan pengawasan terhadap pembangunan serta pelayanan publik bagi oleh pemerintah.

“Tidak hanya menjadi wacana internal komisi, Kita juga akan mengimplementasi setiap keputusan bersama yang telah ditetapkan. Untuk itu, dalam waktu dekat Komisi I akan melakukan tinjuan lapangan agar dapat melihat langsung berbagai persoalan yang kerap meresahkan masyarakat. Agar dari tinjuan tersebut kita dapat mengambil langkah strategis guna menormalisasikan pembangunan dan pelayanan publik di kecamatan Leitisel,” tegasnya. (MP-8)

Pos terkait