Ambon, Maluku Post.com – Pemerintah Pusat melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, merencanakan akan mengirim 540 Guru Garis Depan (GGD) dari pulau Jawa dan Sumatera ke Maluku untuk mengisi kekurangan guru di daerah Terpencil, Terdepan dan Tertinggal (3T).
Menyikapi hal ini, Anggota DPD RI John Pieris mengungkapkan saat ini Maluku mengalami krisis guru, sehingga perlu dilakukan penambahan, untuk mengisi kekosongan guru yang terjadi di sejumlah sekolah di daerah 3T.
“Saya kira Maluku mengalami kekurangan guru, fakta menunjukkan guru asal Maluku tidak tahan mengajar di daerah GGD, sehingga berdampak minimnya guru di daerah 3T,”ujar Pieris di Ambon, Kamis (21/7).
Menurutnya, bahkan guru yang tidak bertahan, kemudian memproses perpindahan tugas ke pusat kota, seperti ibukota Provinsi, maupun ibukota Kabupaten/Kota. Hal ini tentu membuat terjadinya penumpukan guru, sehingga berdampak minimnya guru di daerah 3T.
“Buktinya di Buru dan Seram, satu sekolah hanya diisi satu guru. Tadinya ada tiga, dua diantaranya mengundurkan diri karena tidak tahan. boleh jadi guru dari luar bisa tahan,”ucapnya.
Dijelaskan Pieris, ada juga banyak guru yang mengajar tidak sesuai dengan bidang, seperti guru agama mengajar matematika, olahraga mengajar IPA. Bahkan ada pendeta memberikan kursus membaca dan menulis, mengingat sampai kelas 4 siswa tidak bisa membaca dan menulis.
“Saya yang memberikan fasilitas buku bagi pendeta untuk dibagikan dan membimbing anak-anak. Dan hal tersebut ada di daerah perbatasan Kabupaten Maluku Tengah dan Seram Bagian Timur. Setelah mengetahui hal tersebut saya langsung menegur kepala dinas, padahal anggaran pendidikan 20 persen, dan hal tersebut sangat besar,” pungkasnya.
Pieris menambahkan, salah faktor sehingga guru tidak bisa bertahan di daerah 3T, disebabkan tunjangan yang diberikan tidak sesuai dengan kondisi yang ada, seperti tunjangan guru honor dan kontrak yang diberikan tidak memadai. (MP-7)


