Kemenag Maluku Pantau Hilal Di Lokasi Wisata

Ambon, Maluku Post.com - Tim gabungan hisab rukyat Kementerian Agama Provinsi Maluku, melakukan pemantauan hilal atau posisi bulan di kawasan objek wisata pantai Latuhalat, Nusaniwe, Kota Ambon, Senin (4/7) petang. "Hasil pengamatan hilal dengan menggunakan teropong milik Kemenag dan BMKG Kota Ambon, akan dilaporkan kepada Kementerian Agama RI sebagai bahan laporan sidang isbat penentuan hari raya Idul fitri 1437 Hijriah," kata Kakanwil Kemenag Maluku, Fesal Musaad. Fesal memimpin langsung pengamatan hilal yang dilakukan dari salah satu lokasi wisata pantai di Ambon itu, dengan melibatkan sejumlah pihak yakni BMKG, MUI Maluku serta ulama dan tokoh agama Islam. Pengamatan yang dilakukan hampir satu jam tersebut, ternyata hilal tidak kelihatan karena kondisi cuaca yang kurang baik. "Kondisi cuaca kurang bersahabat yakni hujan dan kabut yang tebal, sehingga tim yang melakukan pengamatan hampir satu jam, tidak bisa melihat hilal," katanya. Karena itu pihaknya tidak bisa menentukan awal bulan Syawal 1437 Hijriah atau awal Lebaran, dan menunggu keputusan pemerintah. "Kami menyarankan umat Islam untuk menunggu penentuan waktu dan tanggal Idul Fitri 1437 Hijriah dan tetap berpedoman dengan keputusan pemerintah lewat pengumuman Menteri Agama Republik Indonesia," ujarnya. (MP-2)

Ambon, Maluku Post.com – Tim gabungan hisab rukyat Kementerian Agama Provinsi Maluku, melakukan pemantauan hilal atau posisi bulan di kawasan objek wisata pantai Latuhalat, Nusaniwe, Kota Ambon, Senin (4/7) petang.

“Hasil pengamatan hilal dengan menggunakan teropong milik Kemenag dan BMKG Kota Ambon, akan dilaporkan kepada Kementerian Agama RI sebagai bahan laporan sidang isbat penentuan hari raya Idul fitri 1437 Hijriah,” kata Kakanwil Kemenag Maluku, Fesal Musaad.

Fesal memimpin langsung pengamatan hilal yang dilakukan dari salah satu lokasi wisata pantai di Ambon itu, dengan melibatkan sejumlah pihak yakni BMKG, MUI Maluku serta ulama dan tokoh agama Islam.

Pengamatan yang dilakukan hampir satu jam tersebut, ternyata hilal tidak kelihatan karena kondisi cuaca yang kurang baik.

“Kondisi cuaca kurang bersahabat yakni hujan dan kabut yang tebal, sehingga tim yang melakukan pengamatan hampir satu jam, tidak bisa melihat hilal,” katanya.

Karena itu pihaknya tidak bisa menentukan awal bulan Syawal 1437 Hijriah atau awal Lebaran, dan menunggu keputusan pemerintah.

“Kami menyarankan umat Islam untuk menunggu penentuan waktu dan tanggal Idul Fitri 1437 Hijriah dan tetap berpedoman dengan keputusan pemerintah lewat pengumuman Menteri Agama Republik Indonesia,” ujarnya. (MP-2)

Pos terkait