Ambon, Maluku Post.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku mencatat selama tahun 2015 produksi tanaman pangan berupa padi, jagung, dan kedelai di Maluku terjadi peningkatan, kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Dumangar Hutauruk.
“Untuk produksi padi tahun 2015 tercatat sebanyak 117.791 ton gabah kering giling (GKG) atau merngalami kenaikan sebanyak 15.030 ton (14,63 persen), dibanding tahun 2014 sebanyak 102.761 ton,” katanya di Ambon, Sabtu.
Dia mengatakan, kenaikan produksi terjadi karena adanya kenaikan produktivitas sebesar 8,20 kuintal/hektar (17,26 persen).yang mencapai di Ambon, Sabtu (2/7).
Statistik produksi tanaman pangan yang satu ini disajikan dalam berita resmi statistik (BRS) terdiri darti luas panen, produktivitas dan angka produksi serta hanya mencakup komoditas padi, jagung dan kedelai.
Dumangar mengatakan, kenaikan produksi padi pada tahun 2015 sebesar 15.030 ton atau 14,63 persen itu terjadi pada subround-subround bulan Mei-Agustus sebesar 4.585 ton atau 20,26 persen dan Subround September-Desember sebesar 11.326 ton atau 65,24 persen.
Puncak panen padi di Provinsi Maluku pada tahun 2015 pada bulan April dan September dan puncak panen pada dua bulan ini terjadi pergeseran lebih lambat dibanding tahun sebelumnya yang puncak panennya berada pada bulan Maret dan Agustus.
Sedangkan produksi jagung tahun 2015 sebanyak 13.947 ton pipilan kering, mengalami kenaikan sebanyak 3.379 ton atau 31,96 persen dibanding tahun 2014 sebanyak 10.568 ton.
Dia mengatakan, peningkatan produksi terjadi karena adanya peningkatan produktivitas sebesar 14,93 kuintal per hektare atau 53,61 persen.
“Peningkatan produksi jagung sebanyak 3.379 ton terjadi pada subround Januari-April sebesar 3.533 ton (40,54 persen), sementara pada subround Mei-Agustus mengalami penurunan produksi sebesar lima ton (0,38 persen), dan subround September-Desember penurunan sebanyak 149 ton atau 27,09 persen,” ujarnya.
Sedangkan produksi kedelai tahun 2015 sebanyak 707 ton biji kering, meningkat sebanyak 129 ton atau 22,32 persen dibanding tahun 2014 sebanyak 578 ton.
Menurutnya, peningkatan produksi kedelai terjadi karena kenaikan luas panen yang mencapai 309 hektar atau 67,61 persen.
Sedangkan kenaikan produksi kedelai tahun 2015 terjadi di Kabupaten Buru dan Seram Bagian Timur (SBT). (MP-2)


