Huwae: “Kalau mengambil kader kita, kemungkinan besar mendapatkan rekomendasi”
Ambon, Maluku Post.com – Suhu politik kota Ambon dari hari ke hari semakin memanas, terbukti banyak yang hal yang dilakukan calon untuk menarik simpati masyarakat dan partai politik yang akan roda politik dalam agenda lima tahun ini.
Hal ini semakin menarik, dengan dikeluarkannya rekomendasi oleh beberapa partai, namun ada juga partai yang sampai saat ini belum mengeluarkan rekomendasi kepada Bakal Calon (Balon) Walikota Ambon maupun pasangan yang sudah mendeklarasikan untuk maju bertarung dalam perhelatan lima tahunan tersebut.
Salah satu partai yang belum mengeluarkan rekomendasi, yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebagai raja Pemilu 2014 di bumi seribu pulau ini, tentu PDIP harus menentukan sikap secara objektif dengan beberapa pertimbangan lainnya untuk bisa menjadi penguasa atau hanya menjadi partai pengusung dalam mengawai dan mengevaluasi kepala daerah yang diusungnya.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Maluku, Edwin Adrian Huwae dikonfirmasi di Ambon, Selasa (5/7) menyangkut perkembangan rekomendasi PDIP untuk pilkada Kota Ambon, mengatakan sampai saat ini belum ada keputusan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
“Untuk kota Ambon, Kabupaten Maluku Tengah dan Kabupaten Seram Bagian Barat masih dalam proses,” ujarnya.
Diakui Huwae, Richard Louhenapessy sudah beberapa kali dipanggil ke DPP namun ada beberapa hal yang harus dipenuhi yakni DPP menginginkan balon yang merupakan petahana itu untuk berdampingan dengan kader partai yakni Tady Salampessy. Sehingga kalau sekiranya Louhenapessy tidak bisa apa menggandeng kader partai maka ada kalkulasi lain yang mesti dilakukan ulang oleh DPP PDIP.
“Kalau Richard tidak mau mengambil kader kita apa boleh buat ada juga yang sudah mendaftar dan itu sudah dipertimbangkan oleh DPP partai. Pilihannya cuma satu saja, ambil kader atau tidak. Kalau ambil kader kemungkinan mendapatkan rekomendasi, kalau tidak ya sudahlah,”ungkap Huwae.
Menurut Huwae, hal tersebut dilakukan mengingat PDIP merupakan partai pemenang pemilu, terbukti kursi yang diraih PDIP lebih banyak dari Golkar. Sehingga PDIP tidak bisa memberikan rekomendasi kepada Richard Louhenapessy tanpa kader.
“Masa PDIP yang merupakan partai pemenang Pemilu memberi rekomendasi tanpa ada satu kepentingan politik tanpa menitipkan kadernya. Kalau Pak Richard berani silahkan saja, kalau tidak apa boleh buat,” pungkasnya.
Huwae menambahkan, dirinya mendapat arahan dari DPP untuk memperlakukan semua bakal calon statusnya sama, tidak ada yang diistimewakan karena parameter ukur PDIP sangat obyektif.
“Kalau dia mengambil kader kita, Tady Salampessy kemungkinan besar mendapatkan rekomendasi,”tandasnya.
Dijelaskan Huwae, DPP PDIP memberikan batas waktu pasca Idul Fitri kepada Richard Louhenapessy untuk mempertimbangkan hal ini. Kalau mau mendapatkan rekomendasi maka harus mengambil Wakil dari kader, kalau tidak bisa apa boleh buat ada kalkulasi lain yang nantinya dilakukan ulang oleh DPP.
“Kalau tidak pakai kader kita sudahlah, ada juga orang yang mendaftar di PDI Perjuangan dan mau berjuang bersama-sama dengan PDIP,” tegasnya. (MP-1)


