Ambon, Maluku Post.com – Rektor Universitas Pattimura Ambon, Prof. Dr. Nus Sapteno, mengakui studi pembangunan kilang gas dari pengelolaan blok masela sampai saat ini masih dilakukan, apakah di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) atau Maluku Tenggara Barat (MTB).
“Sampai saat ini belum ada keputusan final dimana lokasi yang tepat untuk membangun kilang. Apalagi pak Menteri ESDM Sudirman Said katakan diserahkan ke orang Maluku,”ujar Sapeteno, di Ambon, Selasa (26/7).
Dari penjelasannya, setelah Presiden Joko Widodo memutuskan pembangunan di darat, kemudian menimbulkan perdebatan tentang lokasi kilang, apakah di Kabupaten MBD atau MTB, yang sama-sama menginginkan pembangunan kilang dilaksanakan di wilayah masing-masing. Untuk itu, agar tidak terjadi perdebatan, maka memerlukan studi.
Pada prinsipnya kata Rektor, Menteri telah memberikan lampu hijau untuk pengaturannnya diserahkan ke Maluku.
“Studi yang kita lakukan pada tiga pulau yang menjadi alternatif lokasi kilang yakni Pulau Selaru, Tanimbar dan Aru,” ujarnya.
Lagian menurutnya, penentuan lokasi ini lebih pada pertimbangan utama yakni ketersediaan lahan dan pantai yang layak untuk nantinya menjadi pelabuhan besar. Dan terpenting dari itu, manfaatnya bagi daerah dan masyarakat. (MP-7)


