BPOM Maluku Intensif Awasi Sarana Kesehatan

  • Whatsapp
Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Maluku intensif mengawasi sarana kesehatan dan mutu obat yang beredar di provinsi Maluku.

Ambon, Malukupost.com : Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Maluku intensif mengawasi sarana kesehatan dan mutu obat yang beredar di provinsi Maluku.

Kepala BPOM Maluku, Sandra Lintin, di Ambon, Jumat (26/8), mengatakan, pihaknya intensif melakukan pengawasan di sejumlah sarana pelayanan kesehatan,Puskesmas, rumah sakit, farmasi,apotik dan gudang obat.

“Kita berupaya melakukan pengawasan agar sarana kesehatan memenuhi standar yang ditetapkan, baik dari segi kebersihan, kenyamanan maupun mutu dan stok obat yang tersedia,” ujarnya.

Menurut dia, pengawasan dilakukan melalui sampling obat di Puskesmas maupun gudang obat milik Dinas Kesehatan (Dinkes) Maluku yang dijadikan sebagai stok cadangan sebelum di distribusi ke instalasi farmasi maupun Puskesmas.

“Gudang obat milik Dinkes Maluku merupakan pusat stok obat sebelum di distribusi ke sejumlah farmasi maupun Puskesmas di Maluku, karena itu akan tetap diawasi,” ujarnya.

Sandra mengatakan, sampling obat sebelumnya juga telah dilakukan di gudang obat milik BKKBN dalam rangka mengawasi stok obat KB.

“Pengawasan dilakukan di seluruh sarana kesehatan untuk memastikan mutu obat dan alat kesehatan terjamin sebelum dikonsumsi masyarakat,” tandasnya.

Sebelumnya BPOM juga telah melakukan pengawasan stok vaksin di sejumlah apotik, pedagang besar farmasi (PBF) maupun Puskesmas di kota Ambon.

“Pengawasan dilakukan sejak 23 Juni 2016 di sejumlah pelayanan kesehatan untuk memastikan stok vaksin yang tersedia asli seperti yang terjadi di sejumlah kota di Indonesia,” kata Sandra.

Diakuinya, selama ini sistem pengawasan obat termasuk vaksin dilakukan BPOM sebelum beredar untuk evaluasi khasiat dan mutu obat-obatan. Bahkan untuk vaksin mendapat perlakuan khusus yaitu dengan melakukan pengujian tiap batch, kemudian pengujian “post market”.

“Jika sampai ditemukan kecurigaan kami minta untuk diamankan dan dilakukan pengujian di laboratorium BPOM,” kata Sandra.

Ditambahkannya, pengawasan tidak hanya dilakukan di kota Ambon, tim juga mengawasi puskesmas dan apotik di sejumlah kabupaten di Maluku seperti Maluku Tengah, Seram Bagian Barat (SBB) dan Maluku Tenggara. (MP-5)

Pos terkait