Ambon, Malukupost.com : Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku mencatat selama bulan Juni 2016 daerah ini hanya melakukan impor migas yang mencapai 43,55 juta dolar AS.
“Hal ini berbeda jika dibandingkan dengan nilai impor migas pada bulan Mei 2016, dimana Maluku tidak melakukan impor, sehingga nilai impor migas pada bulan Juni 2016 mengalami peningkatan 100 persen terhadap Mei 2016,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku, Dumangar Hutauruk, di Ambon, Selasa (2/8).
Nilai impor migas Maluku selama periode Januari-Juni 2016 mencapai 85,82 juta dolar AS atau turun sekitar 37,70 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2015 yang mencapai 137,28 juta dolar AS.
Dumangar mengatakan, pada Juni 2016 Maluku tidak melakukan impor non migas, sama yang terjadi di bulan Mei 2016. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2015 yang mencapai 7,95 juta dolar AS maka nilai impor non migas periode Januari-Juni 2016 yang hanya mencapai 0,01 juta dolar AS maka turun mencapai 99,87 persen.
Dengan demikian, nilai impor Maluku pada bulan Juni 2016 sebesar 43,55 juta dolar AS, naik 100 persen bila dibandingkan dengan nilai impor bulan Mei 2016.
“Jika kita bandingkan lagi dengan dengan nilai impor Juni tahun 2015 yang mencapai 28,28 juta dolar AS maka nilai impor Juni 2016 naik sekitar 53,99 persen,” ujarnya.
Sedangkan selama periode Januari-Juni 2016 nilai impor Maluku mencapai 85,53 juta dolar AS nilai tersebut turun sekitar 41,11 persen jika dibanding impor periode yang sama tahun 2015 yang mencapai 145,23 juta dolar AS.
Dumangar mengatakan, negara dengan nilai impor utama periode Januai-Juni 2016 adalah Singapura dengan nilai impor mencapai 85,52 juta dolar AS.
“Data impor bulan Juni 2016 adalah angka tetap,” kata Dumangar.


