Ambon, Malukupost.com : Gubernur Maluku, Said Assagaff menyatakan penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berkualitas untuk menunjang dan mempersiapkan masa depan Maluku yang gemilang.
“Penyiapan SDM ini juga berarti kita sedang memprokyesikan nasib mereka sekaligus mempersiapkan masa depan Maluku dalam beberapa dekade mendatang,” kata Gubernur saat melepas ratusan siswa berprestasi untuk mengikuti event di tingkat nasional maupun internasional, di Kantor Gubernur Maluku, Senin (8/8).
Gubernur Said memandang pelepasan siswa-siswa berprestasi ini merupakan momentum strategis guna menyiapkan SDM berkualitas di berbagai bidang dan menunjang pembangunan Maluku di masa mendatang.
Gubernur Maluku Said Assagaff menegaskan, program beasiswa S1 Geologi untuk 30 siswa, dilakukan dalam rangka percepatan penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) professional untuk memenuhi kebutuhan eksploitasi ladang gas abadi Blok Masela di kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB).
“Diharapkan puluhan siswa berprestasi ini dapat mengisi posisi strategis, bukan hanya menjadi buruh kasar seperti yang terjadi di daerah lain di tanah air,” katanya.
Said mengakui SDM yang dimiliki Maluku dewasa ini di bidang pertambangan dan energi masih sangat terbatas.
“Jika dibandingkan dengan kebutuhan yang harus dipenuhi di masa mendatang SDM kita sangat terbatas, terutama paska eksploitasi ladang gas abadi Blok Masela, yang direncanakan pada delapan tahun mendatang,” katanya.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku, Saleh Thio mengatakan, keikutsertaan siswa Maluku di berbagai lomba, bukan untuk pertama kalinya, bahkan pernah
meraih prestasi gemilang di event nasional tersebut.
“Untuk tahun ini saya optimis para siswa yang diterjunkan akan meraih prestasi gemilang, karena yang dipersiapkan adalah siswa dan guru berprestasi,” ujarnya.
Untuk diketahui, event yang akan diikuti ratusan siswa berprestasi diantaranya, cerdas cermat 4 pilar kehidupan berbangsa dan bernegara yang diwakili 10 siswa SMA Negeri 12 Ambon, lomba debat bahasa Inggris dan bahasa Indonesia di kota Palu, Sulawesi Tengah.
Gubernur Said juga melepaskan 21 orang guru, kepala sekolah dan pengawas berprestasi baik di jenjang taman kanak-kanak hingga SMA/SMK untuk mengikuti seleksi tingkat nasional.
Pemerintah Provinsi Maluku juga memberikan beasiswa S1 geologi di Universitas Padjajaran (Unpad), Bandung, Jawa Barat untuk 30 orang siswa berprestasi, 37 orang mengikuti
program S1 Afirmasi pendidikan di daerah Terpencil, Tertinggal, Terbelakang (3T) Kemendikti dan Riset.
Selain itu dua orang mengikuti pendidikan Strata Satu pemerintah Republik Rakyar China (RRC) dan 20 orang mengikuti pertukaran pelajar dalam program siswa mengenal nusantara antara provinsi Maluku dengan Provinsi Kalimantan Barat (MP-8)


