Ambon, Malukupost.com : Pemerintah dinilai perlu menyiapkan pasar untuk varietas unggul Maluku, terutama komunitas holtikultural di Kabupaten Maluku Barat daya (MBD) kecamatan Pulau-pulau Terselatan yang merupakan sektor pendukung ekonomi terbesar di wilayah tersebut.
“Hampir sebagian besar penduduk pada wilayah tersebut mendedikasikan kehidupannya dengan sebagai petani lemon kisar. Naasnya ketersediaan pasar bagi produk komunitas tersebut tidak mendapat perhatian oleh pemerintah,” kata ketua Forum Pengawal Pembangunan Kepulauan Pulau-pulau Terselatan (FPKT), Raendra Hendrikiuos Manaha, di Ambon, Senin (8/8).
Manaha menambahkan, Lemon Kisar merupakan hasil produk unggulan Maluku yang telah ditetapkan oleh Menteri Pertanian No.864/Kpts/TP.240/11/1998 sebagai varietas unggul Maluku Kabupaten Maluku Barat Daya dan mendapat sertifikasi dengan nama Jeruk Manis Kisar. Namun tidak diberdayakan serius oleh pemerintah.
“Hingga saat ini, tidak ada pasar yang baik bagi Lemon Kisar. Petani yang menanam dan juga memanen, butuh waktu berhari-hari untuk datang ke Ambon mencari pasar. bahkan kenyataan petani atau pedagang itu berjualan lemon Kisar (Lekis) di pinggir jalan kota Ambon,” ungkapnya.
![]() |
| Raendra Manaha |
Dirinya sangat menyayangkan sikap Pemerintah yang tidak menyambut baik penghargaan atas produk unggulan tersebut, apalagi penetapan Lemon Kisar sebagai varietas unggulan dari tahun 1998 .
“Kalau misalnya Produk Lemon Kisar ini disambut baik oleh pemerintah, maka petani lemon kisar tidak perlu ke Ambon mencari pasar, ini harus menjadi perhatian serius Pemerintah daerah Provinsi Maupun kabupaten,” ujarnya.
Menurut dia, produk Holtikultural lemon kisar di Kabupaten MBD Kecamatan Pulau-Pulau Terselatan adalah produk yang sangat prospektif untuk memenuhi pasar domestik. Dia berharap Pemerintah Kabupaten maupun Pemerintah daerah provinsi Maluku harus menyiapkan pasar kepada produk Holikultural tersebut.
Pemerintah, tambah dia, dapat menata pasaran produk unggulan ini dengan baik, sehingga petani tidak lagi perlu bersusah payah untuk memasarkan.
“Tentunya para petani dapat menata perekonomian mereka dengan baik dan secara tidak langsung dapat mengurangi angka kemiskinan di kabupaten MBD, khususnya di kecamatan Pulau-pulau Terselatan, serta dapat mengurangi angka kemiskinan di Maluku,” tandasnya. (Mp-8)



