Ambon, Malukupost.com : Gubernur Maluku Ir. Said Assagaff melakukan tinjauan langsung ke Rumah Sakit Apung (RSA) terkecil di dunia, milik Dr. Lie Darmawan, yang sementara berlabuh di pelabuhan rakyat, batu merah, Senin (8/8).
Saat melakukan tinjauan Gubernur turut didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Maluku Hamin Bin Tahir, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku, M. Saleh Thio, Kepala Dinas Kesehatan Maluku, Dr. Meikel Pontoh beserta jajarannya serta Bupati Maluku Tenggara, Andreas Rentanubun .
Gubernur dalam tinjauan mengungkapkan sangat bangga dan memberikan apresiasi atas misi kemanusiaan dr.Lie Dharmawan karena telah menjadikan Maluku sebagai tempat berlabuh untuk memberikan pelayanan bagi masyarakat.
“Apa yang dilakukan Dr. Lie Dharmawan Sangat inspiratif, dengan menjual rumah mewahnya seharga R. 350 juta, dirinya mampu membuat RS terapung, dan menyingahi Maluku untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” katanya.
Gubernur menambahkan, ini merupakan bantuan yang sangat besar bagi masyarakat Maluku terutama masyarakat kurang mampu yang berada di wilayah-wilayah terpencil yang sulit terjangkau pelayanan kesehatannya, sehingga kita perlu memberikan apresiasi yang besar atas misi mulia ini.
Diungkapkan, RS Apung ini merupakan RS pertama, nantinya akan ada RS terapung kedua dan ketiga. Untuk itu, dirinya telah membuat MOU agar setiap pelabuhan yang disinggahi dapat memberikan air bersih secara gratis.
“Air bersih gratis, agar RSA tersebut dapat memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal bagi masyarakat,” terangnya.
Dia mengakui akan berupaya agar RSA tersebut dapat menetap dan beroperasi di Maluku dengan memberikan bantuan subsidi melalui APBD.
Ungkap Assagaff, salah satu kabupaten yang pro aktif memberikan dukungan bagi pengembangan RS terapung adalah kabupaten Maluku Tenggara. Untuk itu, hal ini patut dicontohi oleh kabupaten/kota dengan pro aktif mendukung dan memberikan kemudahan, sehingga pelayanan yang diberikan RS terapung dalam berjalan dengan baik.
Sementara itu, pemilik RS terapung Dr. Lie Dharmawan mengungkapkan, Maluku sebagai salah satu tujuan pelayanan kesehatan, dikarenakan Maluku merupakan daerah kepulauan yang sulit transportasi , serta minimnya sarana kesehatan dan tenaga medis.
“Kualitas RS terapung tidak kalah dengan RS di darat dan melakukan fungsi yang sama seperti RS di darat termasuk penyuluhan berbagai penyakit dan rehabilitasi. walaupun kapal ini tergolong kecil namun fasilitas serta ruangan yang termasuk lengkap, diantaranya kamar bedah, ruang resusitasi, ultrasonografi, rontgen, elektrokardiografi, ruang rawat pasien dan laboratorium. ”ungkapnya.
Dharmawan menambahkan, RS Apung ini juga memiliki seluruh dokter spesialis. Mulai dokter umum, dokter ahli dalam, dokter ahli bedah, dokter ahli jantung, dokter mata dan memiliki peralatan medis, tenaga farmasi termasuk tenaga teknologi informasi yang keseluruhanya berjumlah 200 orang.
Kapal RS Apung dengan bobot 114 GT ini telah melakukan misi pelayanan medis di Maluku sejak Tahun 2009, dan dimulai dari tiga kabupaten terluar di Maluku yakni Kabupaten Maluku Tenggara, Kabupaten MTB dan Kabupaten Kepulauan Aru dan kini berkunjung di kota Ambon untuk memberikan pelayanan gratis bagi masyarakat yang ada di kota berjuluk manise ini.
Walaupun terkenal dengan julukan RSA terkecil di dunia, namun semua fasilitas peralatan kesehatan maupun oabt-obatan sangat memadai, bahkan juga dilengkapi dengan ruang operasi dan tenaga medis baik itu, Dokter spesialis, umum dan farmasi.
Bupati Maluku Tenggara Andreas Rentanubun yang mendamping gubernur menyatakan, sudah ribuan penderita berbagai penyakit yang ditangai di RS Apung dr. Lie ini. Ia menyatakan,keberadaan RS Apung ini sangat membantu masyarakat di daerahnya.
Atas dedikasi dr. Lie Dharmawan dengan kapalnya ini, gubernur menyatakan saat HUT Provinsi Maluku 19 Agustus nanti, Pemprov Maluku akan memberikan penghargaan kepadanya.(Mp-8)


