Pasca Bencana Alam Di Ambon
Ambon, Maluku Post.com – Akibat tingginya intensitas hujan yang melanda Kota Ambon beberapa waktu belakangan ini mengakibatkan sejumlah infrastruktur vital dan puluhan rumah warga mengalami rusak parah serta jumlah korban. Ironisnya, Kondisi tersebut ternyata belum dilaporkan pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon.
Komisi III DPRD Kota Ambon saat mengunjungi beberapa titik di daerah ini yang terkena dampak langsung siang tadi, seperti di Desa Hative Kecil Kecamatan Sirimau dan Desa Seilale Kecamatan Nusaniwe mendapati sejumlah infrastruktur yang dibangun oleh pemerintah dalam kondisi rusak parah. Seperti yang ditemui di sungai Waihuru RT 003/04 serta RT 003/06 mengalami kerusakan, bahkan di RT 002/05 dalam kondisi rusak parah akibatnya warga sekitar dalam kondisi waspada.
“Jadi penanganan ketiga sungai pada lokasi berbeda harusnya ditangani secara cepat oleh pemerintah sehingga tidak menimbulkan korban jiwa ataupun kerugian milik masyarakat.”ujar anggota Komisi III DPRD Kota Ambon, Leonora Far-Far disela-sela kunjungan tersebut di Ambon, Selasa (2/8).
Menurut Far Far, pandangan komisi terhadap beberapa fasilitas tersebut ditemukan adanya keretakan talud penahan air sungai. Apabila intensitas hujan pada titik tinggi maka luapan air sungai bisa menghanyutkan puluhan bahkan ratusan rumah yang ada di daerah sekitar.
Far Far juga meminta agar pemerintah kota Ambon melalui instansi teknis segera melakukan normalisasi sungai yang ada sehingga dengan kegiatan normalisasi yang ada dapat mengurangi tingkat rawan banjir pada pemukiman warga.
Far Far juga menambahkan bahwa selain itu, ratusan warga harus mengungsi akibatnya terbelahnya tanah di RT 001/01 Desa Seilale Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon. Dari penjelasan warga setempat saat bencana alam yang terjadi pada tahun 2013 lalu baik Pemerintah Kota Ambon, Provinsi Maluku maupun Pemerintah Pusat telah meninjau lokasi dimaksud.
“Namun hingga kejadian kedua kalinya pemerintah belum juga menyalurkan bantuan.” kesalnya.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kota Ambon Christanto Laturiuw mengatakan, pihaknya tidak akan tinggal diam melihat kondisi yang ada, lantaran ini telah menyangkut dengan masalah masyarakat yang patut mendapatkan penanganan secara cepat.
Menurut Laturiuw, usai kunjungan pihaknya akan melakukan rapat teknis dengan pihak dinas sehingga mendapatkan penanganan lebih lanjut secepatnya.
“Ini telah menjadi kesepakatan komisi dan juga menindaklanjuti instruksi pimpinan DPRD untuk segera memediasi penyelesaian masalah masyarakat terkait bencana yang terjadi,” tandas Laturiuw.
Untuk diketahui, lima kepala keluarga yang mengalami bencana alam pada Desa Seilale kini telah mengungsi di rumah sanak saudara sambil berharap pihak pemerintah dapat melakukan langkah-langkah penanganannya.(MP-8)


