Sihaloho: Merupakan Proyek Strategis Nasional Maka Pembangunannya Diprioritaskan Tahun 2018
Ambon, Malukupost.com – Pemerintah Provinsi Maluku menargetkan program trans Maluku yang melewati 12 gugus pulau yakni Buru, Seram Barat, Seram Utara, Seram Timur, Seram Selatan, Kepulauan Banda, Ambon & PP Lease, P. Kei, Kepulauan Aru, Tanimbar, Kepulauan Babar dan Kepulaua P. Terselatan akan tuntas di tahun 2019.
Tidak sia-sia berbagai upaya telah dilakukan pemerintah provinsi, agar proyek pendukung Trans Maluku bisa mendapat dukungan dari pemerintah pusat, hal ini terbukti 7 ruas jalan pendukung Trans Maluku yang diusulkan pemerintah provinsi Maluku kini telah masuk dalam proyek strategis nasional.
Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Provinsi Maluku, di Ambon, Minggu (26/3) mengatakan, ketujuh Ruas Jalan Trans Maluku, yakni Pembangunan Jalan Trans Maluku ruas Ibra – Danar – Tetoat 68.31 km, Pembangunan Jalan Trans Maluku ruas Lingkar Barat Pulau Seram (Kairatu – Piru – Taniwel – Lisabata – Saleman) 98.82 km, Pembangunan Jalan Trans Maluku ruas Lingkar Pulau Ambon (Laha – Alang – Wakasihu – Asilulu – Kaitetu – Hitu – Morela – Liang) 99.6 km, Pembangunan Jalan Trans Maluku ruas Lingkar Selatan Pulau Seram (Haya – Tehoru – Werinama – Kotabaru – Airnanang) 200.5 km, Pembangunan Jalan Trans Maluku ruas Lingkar Timur Pulau Seram (Airnanang – Masiwang – Waru – Bula) 120 km, Pembangunan Jalan Trans Maluku ruas Leksuka – Namrole (P. Buru) 53.85 km, Pembangunan Jalan Trans Maluku ruas Tual – Ngadi – Tamedan – Ohoitu (P. Kei Kecil) 24.2 km.
“7 ruas jalan tersebut merupakan proyek strategis nasional sehingga diprioritaskan penanganannya pada tahun 2018 melalui dana APBN/DAK,” ungkapnya.
Menurut Sihaloho, ada juga beberapa transportasi penyeberangan yang telah disetujui untuk dianggarkan di tahun 2017 dan 2018, yakni pembangunan ferry Teor, Kesui dan bantuan kapal Roro 2000 DWT. Sementara pembangunan Ferry Leti dan Moa juga dianggarkan tahun 2018.
Dijelaskan Sihaloho, untuk pelabuhan lainnya dalam mendukung trans Maluku akan diprogramkan secara bertahap apabila dokumen perencanaan telah selesai dan lahan tersedia. Pembangunan pelabuhan yang dimaksudkan yakni pembangunan dermaga ferry Leti tahap I Rp15 miliar, pembangunan dermaga ferry Moa tahap I Rp15 miliar.
“Pengembangan dermaga ferry Tual Rp15 miliar, Rehabilitasi dermaga ferry Saumlaki Rp13 miliar, Rehabilitasi dermaga ferry Larat Rp8 miliar, rehabilitasi dermaga ferry Dobo Rp15 miliar, dan total anggaran yang dibutuhkan Rp81 miliar,” ujarnya.
Sihaloho menambahkan, untuk sarana pembangunan kapal ferry 700 GT (Ambon –Kisar-Moa) Rp35 miliar, pembangunan kapal ferry 300 GT (Dobo-Lamerang) Rp25 miliar, pembangunan kapal ferry 700 GT (Dobo-Benjina-Batu Goyang) Rp35 miliar, pembangunan kapal ferry 750 GT (Batu Goyang – Larat) Rp35 miliar, pembangunan kapal perintis 1.200 sampai dengan 2000 DWT (2 unit) Rp100 miliar, pembangunan kapal perintis 750 DWT (2 unit) Rp40 miliar, sehingga kebutuhan anggaran Rp270 miliar.
“Total kebutuhan anggaran untuk prasarana dan sarana yang dibutuhkan mencapai Rp351 miliar,” pungkasnya. (MP-7)


