Jumlah Peserta UN SMP Di Ambon 7.312 Siswa

Ambon, Malukupost.com - Sebanyak 7.312 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Ambon akan mengikuti Ujian Nasional (UN) tahun 2017, jumlah ini terdiri dari 6.452 siswa peserta UN secara manual dari 47 SMP dan 7 MTS dan 860 peserta Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada 6 SMP, demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan (Diknas) Kota Ambon, Benny Kainama, di Ambon, Minggu (26/3).

Ambon, Malukupost.com – Sebanyak 7.312 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Ambon akan mengikuti Ujian Nasional (UN) tahun 2017, jumlah ini terdiri dari 6.452 siswa peserta UN secara manual dari 47 SMP dan 7 MTS dan 860 peserta Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada 6 SMP, demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan (Diknas) Kota Ambon, Benny Kainama, di Ambon, Minggu (26/3).

Menurut Kainama, khusus bagi peserta UNBK kota Ambon tahun 2017 baru mendapat kesempatan menambahkan tiga lembaga pendidikan setelah sebelumnya juga mendapat kesempatan dan jumlah yang sama pada tahun 2016.

“Untuk tahun 2017, kita baru mendapat penambahan tiga sekolah peserta UNBK antara lain SMP kalam Kudus, SMP Kristen dan SMP Katolik. Setelah sebelumnya pada tahun 2016, kita juga mendapatkan jumlah yang sama yakni tiga sekolah yakni SMP Lentera, SMP Negeri 3 dan SMP Negeri 6,” ungkapnya.

Dijelaskan Kainama, kewenangan penentuan layaknya suatu lembaga pendidikan untuk menggelar UNBK ditentukan oleh Dinas Pendidikan Provinsi yakni, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku. dikarenakan, ada berbagai kriteria dan ketentuan yang perlu dipenuhi sebelum ditetapkan sebagai peserta UNBK.

“Sebelumnya Diknas Kota Ambon telah mengusulkan 11 SMP sebagai pelaksana UNBK. Akan tetapi yang memenuhi standar dan kriteria oleh Dikbud Provinsi hanyalah tiga lembaga pendidikan. Sehingga kedepan, Diknas akan terus berupaya untuk meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan di Kota Ambon, agar jumlah lembaga pendidikan pelaksana UNBK dapat meningkat,” ujarnya

Kainama katakan, UNBK buka suatu keharusan, sehingga pihaknya tidak akan memaksakan suatu lembaga pendidikan untuk menyelenggarakan UNBK. jika berbagai faktor pendukung pelaksanaan UNBK  belum terpenuhi, maka baiknya ujian nasional diselenggarakan secara manual.

“Hanya saja pelaksanaan UNBK dinilai lebih praktis dibandingkan dengan Ujian Nasional secara manual, karena itu kami akan tetap mendorong seluruh lembaga pendidikan di Kota Ambon untuk menggelar UNBK, tetapi akan kita lakukan secara bertahap,” tandasnya.

Kainama menambahkan, faktor pendukung UNBK bukan hanya pada sarana dan prasarana lembaga pendidikan yang menjadi tolak ukur. tetapi kesiapan Orang tua murid dan warga sekolah juga merupakan kriteria penting dalam pelaksanaan UNBK.

“Karena pelaksanaan UNBK tergantung kesiapan siswa dan atas persetujuan orang tua murid,”ucapnya.

Dikatakan pula, verifikasi lembaga pendidikan peserta UNBK yang dilakukan Diknas Provinsi baru berlangsung pada Januari lalu, sementara anggaran yang dipersiapkan pemerintah Kota Ambon telah rampung pada akhir tahun 2016 lalu. rentang waktu tersebut kemudian menjadi kendala untuk mengembangkan suatu lembaga pendidikan baik dari segi sarana dan prasarana. Karena Diknas Kota Ambon itu tidak akan memaksakan penyelenggaraan UNBK, karena sangat berdampak pada mutu pendidikan di Kota Ambon serta kompetensi dari siswa itu sendiri.

“Tahun 2017 merupakan tahun kedua pelaksanaan UNBK, dan Kota Ambon sendiri telah memiliki enam sekolah peserta UNBK. Dibandingkan dengan daerah lain, tentunya kota Ambon sedikit lebih maju karena ada beberapa daerah lainnya yang hanya memiliki satu sekolah peserta UNBK,” bebernya.

Sementara itu, untuk mensukseskan pelaksanaan ujian nasional di Kota Ambon, Diknas telah melakukan koordinasi dengan Pihak PLN dan Telkomsel, agar persoalan teknis yang belakang ini menjadi keresahan warga dapat terselesaikan.

“Pihak PLN telah berjanji untuk tidak melakukan pemadaman listrik pada saat pelaksanaan ujian berlangsung, hal yang sama pun akan dilakukan oleh pihak Telkomsel demi mendukung pelaksanaan UNBK,” pungkasnya. (MP-8)

Pos terkait