Gubernur Ajak Masyarakat Maluku Untuk Tetap Menjunjung Tinggi Rasa Persatuan dan Kesatuan Bangsa
Ambon, Malukupost.com – Sejak masa kemerdekaan hingga saat ini, tidak dapat dipungkiri bahwa situasi dan kemelut politik senantiasa mewarnai kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, serta tata kelola pemerintahan negara, yang berpengaruh terhadap kehidupan sosial kemasyarakatan, dimana masyarakat tergegrasi dan tersegmentasi oleh berbagai kepentingan, maupun sentimen kedaerahan, keagamaan maupun ideologis, yang mengakibatkan renggangnya persatuan dan kesatuan bangsa.
Gubernur Maluku, Said Assagaff mengatakan mencermati perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara yang memperlihatkan adanya gejala yang berpotensi mengganggu jalinan persatuan dan kesatuan hidup kebangsaan.
“Menguatnya sentimen primodialisme yang dikembangkan oleh sebagian kalangan, telah menyebabkan disorientasi, penolakan, konflik, kegamangan, pesimisme, apatisme, demoralisasi, kekosongan, kemarahan dan bahkan kebencian yang dapat bermuara pada keretakan diantara sesama anak bangsa,” ungkapnya di Ambon, Kamis (23/3).
Gubernur Said mengajak seluruh masyarakat Maluku untuk senantiasa membangun kesadaran, komitmen dan konsensus untuk tetap menjunjung tinggi rasa persatuan dan kesatuan bangsa.
“Melalui kesadaran bela negara, berdasarkan empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Gubernur Said menambahkan, hak dan kewajiban yang mendasar bagi setiap warga negara Indonesia masa kini ialah melakukan pembelaan negara, yang menuntut adanya kesadaran bela negara dari setiap warga negara, yang menjamin keberlangsungan dan eksistensi bangsa dan negara Indonesia.
“Kita semua tentunya menyadari bahwa upaya untuk membangun dan mempertahankan semangat nasionalisme dalam kerangka kesadaran bela negara, bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah dan gampang. Hal ini disebabkan keragaman budaya, agama, adat istiadat, ras, golongan dan lain sebagainya,”ujarnya.
Dijelaskan Gubernur Said, Berkembangnya arus globalisasi dunia, yang ditandai dengan terbukanya akses komunikasi dan informasi antar wilayah di dunia, yang jika tidak dapat diantisipasi dengan baik, akan membawa dampak negatif terhadap pola pandang dan pola sikap sebagian warga masyarakat anak bangsa, yang tentunya akan berdampak terhadap keberagaman masyarakat Indonesia, dan dikhawatirkan akan mengganggu persatuan dan kesatuan diantara sesama anak bangsa, serta kokohnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Dengan demikian, perlu dilakukan upaya-upaya yang komprehensif, selaras dan terpadu, dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, untuk meningkatkan kesadaran bela negara diantara sesama anak bangsa,” tandasnya.
Gubernur Said pun mengimbau seluruh masyarakat Maluku terutama generasi muda bangsa untuk tetap menanamkan prinsip bela negara.
“Sehingga dapat terbangun karakter masyarakat Indonesia yang cinta tanah air, rela berkorban demi negara dan bangsa, meyakini Pancasila sebagai ideologi negara, yang akan menumbuhkan kesadaran berbangsa dan bernegara,” pungkasnya. (MP-7)


