Takjil Di Masohi Tidak Mengandung Bahan Berbahaya

  • Whatsapp
Ambon, Malukupost.com - Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Maluku menyatakan pangan buka puasa atau takjil yang dijual pelaku usaha di kota Masohi, ibu kota kabupaten Maluku Tengah tidak mengandung bahan berbahaya sehingga aman untuk dikonsumsi.  "Pengawasan terpadu terhadap pangan buka puasa di Masohi, hasilnya sangat baik yakni tidak mengandung bahan berbahaya pada pangan sehingga aman untuk dikonsumsi masyarakat," kata Kepala BPOM Maluku, Sandra Linthin, di Ambon, Jumat (16/6).

Ambon, Malukupost.com – Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Maluku menyatakan pangan buka puasa atau takjil yang dijual pelaku usaha di kota Masohi, ibu kota kabupaten Maluku Tengah tidak mengandung bahan berbahaya sehingga aman untuk dikonsumsi.

“Pengawasan terpadu terhadap pangan buka puasa di Masohi, hasilnya sangat baik yakni tidak mengandung bahan berbahaya pada pangan sehingga aman untuk dikonsumsi masyarakat,” kata Kepala BPOM Maluku, Sandra Linthin, di Ambon, Jumat (16/6).

Menurut dia, hasil pengawasan terhadap 47 sampel pangan takjil hasilnya negatif yakni tidak mengandung bahan berbahaya pada pangan, seperti pewarna rhodamin B, methanil yellow, pengawet borax dan formalin methanil yellow 15 dan formalin.

Rodhamin B diuji melalui sampel pangan sirup merah, kue, puding dan kerupuk merah, formalin diuji melalui tahu, bakso, mie dan ikan, baik yang dimasak gulai maupun yang digoreng. Sedangkan Metanil Yellow diperiksa melalui sirup dan kue. Borax diuji melalui bakso, kerupuk, gado-gado dan ketupat.

Uji parameter mikrobiologi dilakukan untuk mengetahui jumlah bakteri Coliform dalam makanan, yakni Angka Lempeng Total (ALT) dan “Most Probable Number (MPN) Coliform.

“Kita bersyukur hasil pengawasan yang dilakukan di sejumlah lokasi penjualan takjil di Masohi pada 2017, tidak ditemukan bahan berbahaya. Hal ini berarti kesadaran penjual semakin baik,” katanya.

Sandra mengakui, hasil pengawasan yang dilakukan mengalami peningkatan dibandingkan pada 2016 karena masih ditemukan satu sampel rhodamin B dan telah ditindaklanjuti ke pedagang.

“Kita telah melakukan pembinaan bagi para pedagang sehingga kedepan memenuhi syarat yang ditentukan. Kita bersyukur tidak menemukan takjil yang mengandung bahan berbahaya pada 2017,” ujarnya.

Ia menjelaskan, uji sampel pagan berbuka dilakukan untuk memberi rasa aman kepada masyarakat yang sedang menunaikan ibadah Puasa.

Pengawasan dilakukan tim terpadu BPOM bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) maupun Dinas Kesehatan (Dinkes) Maluku Tengah di sejumlah lokasi penjualan takjil menggunakan mobil laboratorium keliling dan uji laboratorium. (MP-3)

Pos terkait