Ambon, Malukupost.com – PT Pertamina cabang Ambon berencana membuka pangkalan gas Elpiji guna memberikan pelayanan maksimal kepada konsumen di Bula, Seram Bagian Timur (SBT) dan Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, Provinsi Maluku.
“Kami berencana membuka dua pangkalan elpiji di Bula dan Dobo guna membantu proses penyaluran serta mengantisipasi elpiji ilegal,” kata Sales Penjualan Retail IV Pertamina Ambon Mahdi Syafar, Rabu (12/7).
Ia mengatakan selama ini Pertamina Cabang Ambon hanya mempunyai dua lembaga penyalur elpiji masing-masing PT Pemantik Sumber Pratama, di kawasan Pohon Pule Kelurahan Mangga dua dan PT Rubelindo di Negeri Amahusu.
Sedangkan pangkalan elpiji selain di Ambon tersedia di Namlea kabupaten Buru, Seram Bagian Barat dan Masohi Maluku Tengah.
“Kita berharap pembukaan pangkalan dapat membantu penjualan elpiji di Maluku sekaligus memberikan kontribusi bagi pendapatan daerah,” katanya.
Menurut Mahdi kehadiran varian baru LPG Pertamina Bright Gas 5,5kg cukup diminati masyarakat Ambon karena varian ini lebih bersih dan harganya lebih murah dari ukuran 12 kg.
“Kemasan 5,5 kg lebih digandrungi masyarakat terutama untuk pedagang yang sebelumnya menggunakan minyak tanah, beralih ke elpiji karena lebih bersih dan mudah dibandingkan minyak tanah,” katanya.
Tabung Bright Gas yang identik dengan warna pink memiliki ukuran yang unik dengan tinggi 46 cm dan diameter 23,5 cm. Ukuran ini membuat Bright Gas 5,5kg menjadi pilihan keluarga masa kini yang menyukai kepraktisan dalam berbagai hal. Tabung Bright Gas 5,5 kg juga memiliki berbagai keunggulan lainnya.
“Ambon menjadi kota Pertama di Wilayah Indonesia Timur yang dapat menikmati Bright Gas, tabung Bright Gas ini dipastikan Lebih Aman, Lebih Nyaman dan Lebih Terjangkau,” tandasnya.
Mahdi menambahkan kehadiran braight gas merupakan upaya menggantikan minyak tanah ke elpiji, jadi secara tidak langsung mempersiapkan masyarakat Maluku dan Kota Ambon khususnya mengkonversi bahan minyak tanah ke bahan bakar elpiji.
“Jadi kalau selama ini masyarakat Kota Ambon sudah terbiasa dengan mempergunakan minyak tanah akan diganti dengan elpiji,” katanya. (MP-6)


