Dinkes MTB Optimalkan Pencegahan Kanker

  • Whatsapp
Saumlaki, Malukupost.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Tenggara Barat (MTB) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat hingga kini terus mengoptimalkan berbagai langkah pencegahan terhadap penyakit tumor ganas atau kanker diwilayah itu.    Kepala dinas Kesehatan MTB, dr.Edwin Tomasoa menyatakan meskipun hingga kini diwilayah MTB tak ada lonjakan catatan buruk soal penderita kanker namun pihaknya terus melakukan berbagai langkah untuk menekan tidak terjadinya korban akibat penyakit yang mematikan itu seperti mengedukasi masyarakat melalui berbagai kelompok sosial untuk mehamani penyebab terjadinya kanker, dan melakukan pencegahan secara dini.

Saumlaki, Malukupost.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Tenggara Barat (MTB) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat hingga kini terus mengoptimalkan berbagai langkah pencegahan terhadap penyakit tumor ganas atau kanker diwilayah itu.

Kepala dinas Kesehatan MTB, dr.Edwin Tomasoa menyatakan meskipun hingga kini diwilayah MTB tak ada lonjakan catatan buruk soal penderita kanker namun pihaknya terus melakukan berbagai langkah untuk menekan tidak terjadinya korban akibat penyakit yang mematikan itu seperti mengedukasi masyarakat melalui berbagai kelompok sosial untuk mehamani penyebab terjadinya kanker, dan melakukan pencegahan secara dini.

“Kanker yang banyak diderita oleh masyarakat MTB khususnya pada perempuan itu kanker payudara, kanker leher rahim atau kanker serviks, kanker getah bening serta kanker paru-paru. Kalau yang diderita kaum lelaki itu kanker paru-paru, kanker prostat,”ujarnya di Saumlaki, Selasa (6/2).

Menurut Tomasoa, secara pasti penyebabnya belum diketahui namun kanker dipastikan terjadi karena sejumlah factor predisposisi seperti: tidak menghiraukan pola hidup bersih dan sehat, bebas asap rokok, diet gizi seimbang, gula garam dan lemak pada pangan yang berlebihan dan sebagainya.

“Karena hal-hal ini maka kita menitikberatkan pada pencegahan dari pada pengobatan. kita dorong perbaikan pola hidup, pola makan supaya tidak mengarah pada pola hidup yang mempermudah tumbuh suburnya penyakit kanker,”ungkapnya.

Dijelaskan Tomasoa, selama tahun 2017 lalu pihaknya telah melakukan kerjasama dengan organisasi perempuan pada instansi TNI, Polri dan Kejaksaan guna mengedukasi anggota organisasi tentang bahaya dan pencegahan terhadap kenker serviks, termasuk melakukan pemeriksaan Iva secara gratis kepada para wanita dewasa.

“Sementara ditahun ini, kami akan meningkatkan kerjasama dengan organisasi perempuan dibidang keagamaan seperti WKRI, Pelwata, dan organisasi perempuan lain. Manfaatnynya adalah mereka mengakomodir setiap anggotanya untuk hadir dan mempermudah proses pemeriksaan. Serta ada juga kelompok-kelompok khusus yang akan disasar seperti disekolah-sekolah,” tandasnya.

Tomasoa mengakui, pemeriksaan Iva selama ini belum dilakukan secara menyeluruh di sepuluh kecamatan yang ada di MTB, dengan begitu direncanakan akan ditingkatkan lagi pada tahun ini.

“Kita disini masih terbatas pada sosialisasi karena kita harapkan dengan pengetahuan yang dimiliki oleh masyarakat, mereka dapat merubah pola hidup,” katanya.

Contohnya kita sudah mendorong setiap kepala desa untuk membangun tempat-tempat santai untuk digunakan oleh para perokok. Jadi kalau masyarakat yang mau merorok maka hanya ditempat itu dan tidak boleh merokok ditempat lain, termasuk didalam rumah. Karena mereka merokok tetapi orang lain yang menderita karena bahaya asap rokok,”katanya lagi. (MP-14)

Pos terkait