Bulog Maluku Masih Lakukan OP

  • Whatsapp
Ambon, Malukupost.com - Devisi Regional Perum Bulog Maluku hingga kini masih terus melakukan operasi pasar (OP) di Kota Ambon dengan menjual beras CBP (cadangan beras pemerintah).    "Kami masih terus melakukan OP sampai tanggal 31 Maret 2018 sesuai dengan rencana yang sudah ditetapkan pemerintah yang mulai dilaksanakan terhitung 1 Januari - 31 Maret 2018," kata Kabid Pelayanan Publik Divisi Regional (Divre) Perum Bulog Maluku Armin Bandjar di Ambon, Jumat (16/3).

Ambon, Malukupost.com – Devisi Regional Perum Bulog Maluku hingga kini masih terus melakukan operasi pasar (OP) di Kota Ambon dengan menjual beras CBP (cadangan beras pemerintah).

“Kami masih terus melakukan OP sampai tanggal 31 Maret 2018 sesuai dengan rencana yang sudah ditetapkan pemerintah yang mulai dilaksanakan terhitung 1 Januari – 31 Maret 2018,” kata Kabid Pelayanan Publik Divisi Regional (Divre) Perum Bulog Maluku Armin Bandjar di Ambon, Jumat (16/3).

Ia mengungkapkan, Bulog Maluku sudah melakukan OP dengan menjual beras CBP ini terhitung sejak tanggal 8 Januari walaupun secara nasional sudah berlangsung sejak tanggal 1 Januari 2018 dengan melibatkan sejumlah pedagang di pasar tradisional di Kota Ambon.

“Karena itu terbuka pelauang bagi para pedagang di Kota Ambon yang mau melakukan kerja sama dengan Bulog untuk menjual beras CBP tersebut sebab OP masih terus berlangsung hingga tanggal 31 Maret,” ujarnya.

Pedagang hanya menyediakan modal guna membeli beras Bulog dengan harga Rp8.100/kg, lanjutnya, beras tersebut juga akan diantar langsung oleh Bulog ke toko miliknya dan akan dipasang spanduk di depan toko yang menyatakan bahwa beras OP Bulog Maluku dijual dengan harga Rp10.000/kg.

Memang, lanjutnya, di antara pedagang yang sudah melakukan kerja sama ada yang sudah mengambil beras dan menjual terlebih dahulu baru menyetor ke Bulog, pada hal seharusnya pedagang menyetor uang terlebih dahulu sebelum menjual hal ini penting guna Bulog membuat laporan kerja sama itu.

Dia mengatakan, kerja sama OP ini juga tidak membatasi beras berapa banyak yang harus diminta pedagang, terserah berapa yang mereka inginkan.

“Jadi tidak ada batasan, lanjutnya, pokoknya sebanyak-banyaknya yang mereka inginkan Bulog Maluku tetap layani,” katanya.

Ditanya mengenai kestabilan harga beras di pasar, Armin mengatakan, sampai saat ini harga beras antarpulau di Kota Ambon masih normal, kemudian harga beras premium mapun medium di Kota Ambon belum ada yang melewati harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. (MP-5)

Pos terkait