Ambon, Malukupost.com – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meresmikan studio musik berstandar internasional di Universitas Pattimura dan gedung pertunjukan musik etnis di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) di Ambon.
Peresmian studio musik dan gedung pertunjukan musik etnis yang dibangun Badan Ekonomi kreatif (Bekraf) merupakan salah satu upaya mewujudkan Ambon sebagai kota musik dunia tahun 2019, kata Bambang Soesatyo di Ambon, Sabtu (17/3).
Ia mengatakan, menjadi kota musik dunia dibutuhkan infrastruktur pendukung lainnya seperti studio rekaman berstandar internasional, sekolah musik dan infrastruktur yang akan menjamin tumbuhnya industri musik yang berkesenambungan.
Langkah pemerintah melalui Bekraf menjadikan Ambon kota musik dunia merupakan kebijakan yang sangat strategis.
“Selaku ketua DPR saya memberikan apresiasi dan mendukung penuh kebijakan tersebut dari aspek legislasi dan anggaran,” ujarnya.
Menurut Bambang, musisi asal Maluku seperti Bob Tutupoly, Grace Simon, Glenn Fredly bahkan Daniel Sahuleka, merupakan musisi hebat dan berkiprah di tingkat nasional dan internasional.
Dari segi SDM, Ambon mempunyai modal yang kuat menuju kota musik dunia, ditunjang juga dengan kultur daerah yang kondusif.
Tumbuhnya budaya musik di daerah ini tidak terlepas dari budaya sehingga pertautan antaragama, budaya dan SDM yang bertalenta, mengangkat Kota Ambon terkenal di Indonesia bahkan internasional.
“Ambon menjadi kota musik dunia secara langsung akan menjadi destinasi wisata dunia yang akan dikunjungi wisatawan domestik dan internasional dan dipastikan perekonomian Ambon lebih bergeliat dan masyarakat Ambon akan lebih maju dan sejahtera,” katanya.
Bambang menambahkan, membangun SDM musik yang berkualitas tentu dibutuhkan perananUnpatti dan IAIN Ambon.
“Peranan perguruan tinggi sangat penting, karena itu saya sambut baik dan meresmikan studio rekaman dan gedung musik. Dengan perpaduan SDM yang mendukung infrastruktur dan memadai serta dukungan regulasi anggaran yang berkesinambungan, maka harapan kita menjadikan Ambon sebagai kota musik dunia terwujud dalam tempo tidak terlalu lama,” katanya. (MP-3)


