Langgur, Malukupost.com – Menyikapi tawuran dan perkelahian yang terjadi akhir-akhir ini di malam hari, Kepolisian Resort Maluku Tenggara (Polres Malra) meningkatkan patroli pada malam hari pada wilayah Kota Tual dan Malra di hal tersebut dilakukan secara rutin terutama pada malam minggu.
“Terkait dengan tawuran yang akhir-akhir ini marak terutama di malam hari (malam minggu) kita sudah melaksanakan patroli dan kita sudah tingkatkan patroli dikhususkan pada malam sabtu dan malam minggu,” ujar kapolres Malra AKBP Indra Fadillah Siregar.
Siregar katakan, dirinya telah mengeluarkan kebijakan dalam melaksanakan patroli diatas jam 12 malam (00.00 WIT) pada malam minggu, dan jika ada kelompok pemuda-pemuda atau masyarakat yang yang masih berkumpul, pihaknya akan menghimbau dan membubarkan.
“Pada prinsipnya kita tidak melarang pemuda-pemuda atau masyarakat berkumpul, namun kalau diatas jam 12 malam lebih banyak negatifnya, sehingga saya mengeluarkan kebijakan dalam melaksanakan patroli diatas jam 12 malam, (00.00 WIT) pada malam minggu, manakala ada kelompok pemuda-pemuda atau masyarakat yang berkumpul maka kita akan menghimbau dan kita bubarkan,” ungkapnya.
Menurut Siregar, langkah yang diambil oleh kepolisian ini adalah untuk kebaikan dan keamanan bagi masyarakat itu sendiri, apalagi dalam situasi momentum Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) ini kita harus bisa meningkatkan keamanan dan memberikan rasa nyaman kepada masyarakat dan meminimalisir setiap gangguan kamtibmas yang ada.
“Ini juga untuk kemanan mereka sendiri, misalnya mereka sedang nongkrong-nongkrong tiba-tiba ada yang menggangu dan memprovokasi sehingga mereka terpancing, akhirnya terjadi kejadian tawuran dan keributan. Untuk itu, kita upayakan hindari dan mencegah dengan menyuruh mereka kembali ke rumahnya masing-masing,” tuturnya.
Siregar menandaskan, masyarakat bisa mengerti dengan tindakan dan upaya Polres Malra, karena tujuannya semata-mata hanyalah untuk keamanan dan keselamatan masyarakat itu sendiri.
“Malam mingu kemarin kita melaksanakan patroli dan kita menemukan beberapa anak muda yang membawa alat tajam berupa samurai, panah dan lain-lain. Ini ada indikasi keberhasilan patroli kita,” katanya.
Ketika ditanyakan terkait masalah keributan di Ohoi Langur pada hari Sabtu (malam minggu) tanggal 10 Maret 2018 kemarin, Siregar tegaskan, hak itu akan menjadi evaluasi bagi pihak Polres Malra untuk lebih meningkatkan patroli malam ini.
“Pelaku yang ditangkap pada malam kejadian tersebut sementara kami tahan dan akan diproses selanjutnya. Mereka rata-rata masih pelajar, kalau sampai nanti mereka terkena hukuman atau kasus pidana kan sayang juga dengan pendidikan dan masa depan mereka, karena otomatis harus menjalani hukuman, sidang dan lain-lain. Itu sangat disayangkan karena tentunya sangat merugikan bagi pihak keluarga dari pelaku itu sendiri,” katanya.
“Ini akan menjadi evaluasi bagi kita agar terus meningkatkan patroli ini, kita tidak bisa membayangkan bagaimana kalau malam minggu kemarin itu kita tidak melaksanakan patroli pasti terjadi tawuran yang lebih besar,” katanya lagi.
Dijelaskan Siregar, yang menjadi perhatian adalah manakala terjadi perkelahian dan lain-lain, pihaknya telah melakukan pendekatan dengan para pemuda agar jangan terpancing, dan jika menemukan hal-hal yang dapat menimbulkan gangguan keamanan dan kamtibmas agar segera melaporkan kepada polisi.
“Kita bisa menganalisa kemungkinan ada beberapa kelompok-kelompok yang sebenarnya tidak ingin berkelahi dan tawuran, tapi ada orang-orang yang sering memancing terjadinya keributan dan itulah yang kami pisahkan dan akan kita cari siapa yang mau mengangu keamanan di daerah ini,”tandasnya.
Siregar berharap masyarakat agar dapat membantu kepolisian, dan peran serta dari pemda pun juga harus ditingkatkan dengan memberikan penyuluhan-penyuluhan kepada masyarakat dalam hal ini ketua-ketua RT agar bisa menertibkan masyarakat di wilayahnya masing-masing. Selain itu, pihaknya tidak akan mentolerir lagi manakala ada seorang maupun beberapa anak muda yang kedapatan membawa senjata tajam, karena Undang-Undangnya sudah ada, dan ujung-ujungnya pasti kena hukuman.
“Kami juga terus melakukan pembersihan-pembersihan terhadap minuman keras, karena sebagian besar anak-anak muda yang kami temukan selama patroli diatas jam 2 dan jam 3 malam itu masih ada yang bau minuman, dan mereka itu adalah anak-anak muda. Itulah yang memicu mereka melakukan kejahatan, karena dalam keadaan tidak sadar kemudian menggangu orang yang lewat disitu kemudian memancing keributan,” pungkasnya.
Untuk diketahui, selain melakukan patroli malam secara rutin, Polres Malra juga melakukan patroli dialogis pada siang hari dengan melaksanakan penyuluhan-penyuluhan kepada masyarakat, memberikan pengarahan, pengertian dan pemahaman kepada masyarakat bahwa yang bisa menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif maka Polri harus didukung oleh masyarakat itu sendiri. (MP-11)


