Plt Bupati Malra Membuka RAT Koptanel Elomel Tahun Buku 2017

Langgur, Malukupost.com - Koperasi Petani dan Nelayan (Koptanel) Elomel, Ohoi Sathean, menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2017, dipusatkan di Lokasi Pasar Tradisional Jab Faan, Ohoi Faan, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) Senin (9/4). Mengusung tema : Peningkatan Produktivitas Petani Rumput Laut (Anggota Koperasi) Melalui Kemitraan Antara PT. Kappa Carrageenan Nusantara (KCN) Dengan Koptanel Elomel, yang difasilitasi oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Malra, Dalam Rangka Peningkatan Iklim Investasi dan Realisasi Investasi Penanaman Moda dan dibuka langsung oleh Pelaksana tugas (Plt) Bupati Setempat, Semy Risambessy.

Langgur, Malukupost.com – Koperasi Petani dan Nelayan (Koptanel) Elomel, Ohoi Sathean, menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2017, dipusatkan di Lokasi Pasar Tradisional Jab Faan, Ohoi Faan, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) Senin (9/4).

Mengusung tema : Peningkatan Produktivitas Petani Rumput Laut (Anggota Koperasi) Melalui Kemitraan Antara PT. Kappa Carrageenan Nusantara (KCN) Dengan Koptanel Elomel, yang difasilitasi oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Malra, Dalam Rangka Peningkatan Iklim Investasi dan Realisasi Investasi Penanaman Moda dan dibuka langsung oleh Pelaksana tugas (Plt) Bupati Setempat, Semy Risambessy.

Penjabat Bupati Malra, Semy Risambessy, dalam sambutannya menjelaskan, RAT adalah merupakan agenda wajib setiap badan usaha koperasi, karena di dalamnya akan dibahas tentang pertangungjawaban pengurus koperasi selama satu tahun kepada anggota koperasi.

“Tujuannya adalah untuk mengevaluasi laporan keuangan tahun anggaran sebelumnya, menyusun rencana bisnis kedepan, dan diskusi untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang belum terselesaikan, serta pengambilan keputusan secara musyawarah mufakat. Keputusan tersebut mengikat para anggota,”ujarnya.

Menurut Risambessy, untuk menjaga kesinambungan budidaya rumput laut, maka pihaknya akan menetapkan Harga Batas Bawah rumput laut kering yaitu sebesar Rp.8000/kg.

“Dengan harapan bahwa penetapan harga ini akan memberikan kepastian berusaha kepada para petani, sehingga peningkatan produksi dengan kualitas yang baik dan dapat bersaing di pasar lokal maupun internasional akan berdampak pada peningkatan supply dan demand, yakni pendapatan petani akan meningkat,”ungkapnya.

Risambessy katakan, demi terwujudnya tujuan tersebut, maka tentunya dibutuhkan suatu perencanaan yang matang oleh para pemangku kepentingan, seperti yang telah dilakukan oleh DPMPTSP Kabupaten Malra. Hanya dengan sinergi dan sinkronisasi program kerja serta kerjasama Tim, maka tujuan tersebut akan tercapai.

“Misalnya, Dinas Perikanan menyiapkan bibit rumput laut, training sumber daya manusia, penyiapan sarana-prasarana budidaya, pendampingan sampai pada pasca panen. Selanjutnya Dinas Perindustrian dan Perdagangan menyiapkan pasca panen sampai pada pengolahan setengah jadi, dan Dinas Koperasi akan menyiapkan lembaga koperasi untuk membeli produk tersebut, dan DPMPTSP akan memfasilitasi investor dengan lembaga koperasi,”tandasnya.

Dijelaskan Risambessy, dengan demikian maka tentu produksi rumput laut akan meingkat terus, dan situasinya akan seperti tahun 2011, dimana produksi rumput laut per musim tanam (45 hari) Kabupaten Malra mencapai 1.500 Ton kering/musim. Apabila dikalikan harga per kilo Rp8000 maka banyak uang yang akan beredar di kalangan petani. Hal ini yang perlu dipikirkan dan ditindaklanjuti.

“Kegiatan ini akan memperoleh hasil yang dapat memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan di daerah ini, khususnya dalam bidang investasi dan penanaman modal,”katanya.

“Pemda Malra mengucapkan terima kasih kepada PT. KCN serta para investor yang berkesempatan hadir dan menaruh kepercayaan untuk berinvestasi di Malra,” katanya lagi.

Pada kesempatan itu pula, diserahkan pula bantuan penyaluran perdana pinjaman modal kerja bagi para petani rumput laut yang tergabung dalam Koptanel Elomel, Ohoi Sathean, yang diserahkan oleh Direktur Utama DanaLaut, Niko Ariansyah.

Untuk diketahui, DanaLaut adalah suatu platform/wadah yang mempertemukan para penggiat usaha di bidang kelautan, mulai dari pelaku budidaya hingga ke industri pengolahan dengan para penyedia dana dari berbagai kalangan. (MP-11)

Pos terkait