Dua Atlet Maluku Ikut Training Camp Di Belanda

Ambon, Malukupost.com - Sekretaris Umum Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (Pengprov PODSI) Provinsi Maluku Anos Yeremias mengatakan dua Atlet asal Maluku dari cabang olahraga Dayung yakni Chelsea Corputty dan La Memo akan mengikuti pelaksanaan pemusatan latihan (Training Camp/TC) di Belanda. Menurut Yeremias, langkah tersebut dilakukan demi mematangkan kemampuan atlet menjelang keikutsertaan mereka di Asian Games 2018 yang akan berlangsung di kawasan Monumen Nasional (Monas) Jakarta dan kawasan Benteng Kuto Besak di Palembang.

Ambon, Malukupost.com – Sekretaris Umum Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (Pengprov PODSI) Provinsi Maluku Anos Yeremias mengatakan dua Atlet asal Maluku dari cabang olahraga Dayung yakni Chelsea Corputty dan La Memo akan mengikuti pelaksanaan pemusatan latihan (Training Camp/TC) di Belanda.

Menurut Yeremias, langkah tersebut dilakukan demi mematangkan kemampuan atlet menjelang keikutsertaan mereka di Asian Games 2018 yang akan berlangsung di kawasan Monumen Nasional (Monas) Jakarta dan kawasan Benteng Kuto Besak di Palembang.

“Jadi mereka akan Try Out seperti kegiatan latihan. Dan pusat latihan kali ini di Belanda. Menambah beban latihan mereka,” ujarnya di Ambon, Jumat (4/5).

Dijelaskan Yeremias, kegiatan pematangan kemampuan bagi kedua atlet ini sangat penting untuk dilakukan. Pasalnya, lawan yang akan dihadapi dalam pertandingan nanti memiliki kualitas atau kemampuan.

“Sebab lawan yang dihadapi nanti pada pertandingan adalah lawan yang memiliki kualitas bagus,” ujarnya.

Yeremias katakan, Chelsea dan Memo rencananya akan berangkat menuju Belanda pada 20 Mei dan akan kembali ke tanah air pada 12 Agustus sebelum bertanding di Asian Games tanggal 19 Agustus 2018.

“Oleh karena itu, kami meminta dukungan doa dari seluruh masyarakat Maluku, semoga kedua atlet ini bisa mengharumkan nama Indonesia dan juga nama Provinsi Maluku di Asian Games nanti,” tandasnya.

Diungkapkan Yeremias, apabila penyelenggaraan event ini hanya setingkat Asia Tenggara maka emas akan sangat mudah untuk diraih. Namun, event kali ini mencakup wilayah Asia. Tentunya terdapat negara-negara yang memiliki atlet dengan kemampuan yang berkualitas.

“Kalau hanya tingkat Asia Tenggara ya kita emas dalam tangan. Sebelum bertanding kita sudah bisa prediksi. Tapi ini tingkat Asia yang didalamnya terdapat negara-negara yang memiliki atlet berkualitas seperti China, Jepang, Korea dan lain-lain” katanya.

Yeremias menambahkan, mempersiapkan mental bagi para atlet adalah sebuah keharusan meskipun telah mengikuti pertandingan di event-event sebelumnya dan juga mengikuti Pelatnas.

“Kita juga harus mempersiapkan mental anak-anak ini dengan baik, meskipun mereka sudah cukup lama di Pelatnas (Pemusatan Latihan Nasional). Secara mental anak-anak ini sudah siap karena pengalaman bertanding mereka telah teruji,”pungkasnya. (MP-9)

Pos terkait