Wakapolda Imbau Masyarakat Dan Aparat Jangan Lengah

  • Whatsapp
Ambon, Malukupost.com - Wakapolda Maluku Brigjen Pol Hasanudin mengimbau seluruh komponen masyarakat bersama aparat keamanan jangan lengah dan tetap waspada terhadap berbagai aksi teror yang sengaja dilakukan orang tidak bertanggungjawab.

Ambon, Malukupost.com – Wakapolda Maluku Brigjen Pol Hasanudin mengimbau seluruh komponen masyarakat bersama aparat keamanan jangan lengah dan tetap waspada terhadap berbagai aksi teror yang sengaja dilakukan orang tidak bertanggungjawab.

“Kita tetap waspada dan antisipasi berbagai kemungkinan yang terjadi kemudian masyarakat jangan lengah, apalagi untuk setiap anggota,” kata Wakapolda di Ambon, Minggu (13/5).

Menurut dia, Polda Maluku saat ini telah menggelar Panggilan Luar Biasa (PLB) untuk menindaklanjuti kejadian yang berawal dari insiden di LP Cabang Salemba di Mako Brimob dimana lima orang anggota Polri menjadi korban di sana, kemudian saat itu sudah diberlakukan status siaga satu.

“Status ini belum dicabut dan tadi malam juga ada penusukan dua anggota Brimob di Surabaya oleh oleh seorang wanita yang menggunakan gunting beracun dan pagi ini di Surbaya, kita sungguh prihatin ada tiga gereja yang menjadi sasaran aksi pengeboman bunuh diri oleh pelaku,” kata Wakapolda.

Dalam insiden ini, ada 13 korban yang meninggal dunia dan 42 orang dirawat akibat luka-luka.

“Khusus di sini kita ingin menyampaikan bahwa jangan sekali-kali beranggapan kalau Maluku bebas dari teroris, Ambon bebas dari teroris sehingga seluruh anggota harus waspada dan siaga,” tegasnya.

Sehingga dari siaga ini, dilakukan panggilan luar biasa kepada sleuruh personel untuk apel dan pengecekan anggota, perlengkapan, serta kendaraan apakah semuanya sudah betul-betul siap untuk melaksanakan tugas apabila sewaktu-waktu terjadi kontigensi dalam arti serangan teroris.

“Anggota siap seluruhnya saat dikumpulkan dan dari sekian ribu anggota hanya 104 yang belum ada keterangan terlambat atau bagaimana. Saya sudah perintahkan untuk dilakukan pengecekan,” tegas Wakapolda.

Pengamanan markas komando, rumah dinas dan sebagainya diperketat karena modus teroris atau penyerangan orang-orang tak dikenal itu tiba-tiba pakai kendaraan roda dua atau roda empat masuk kemudian ke sasaran ledak.

Kalau di rumah dinas pejabat polda misalnya tidak tertutup pintu kemudian masuk orang tak dikenal lalu meledakan bom, walau pun tidak ada korban tetapi betapa berita ini akan menjadi hangat.

“Perketatan rumah ibadah sebenarnya sudah kita lakukan sejak lama, perintahkan anggota menjaga keamanan rumah-rumah ibadah, bukan cuma gereja tetapi juga masjid dan rumah ibadah lain,” ujarnya.

Saat ini Polwan berhijab menjaga gereja dan sebaiknya Shalat Jumat dijaga anggota beragama Nasrani dan agama lain, termasuk melibatkan masyarakat dalam menjaga lingkungan.

“Kami mengimbau masyarakat khususnya pengurus rumah ibadah agar dibuat pintu dan penyekat masuk sehingga anggota lebih mudah memeriksa masyarakat yang akan masuk dan jangan curiga kepada petugas kepolisian kalau sedang melakukan pemeriksaan karena ini untuk kepentingan bersama,” kata Wakapolda.

Semua lapisan masyarakat juga diimbau tetap tenang, damai, dan mudah-mudahan di Maluku khususnya Kota Ambon suasana tetap bisa kondusif, dan kalau ada masalah segera hubungi Kapolda dan Wakapolda serta pejabat utama melalui nomor telepon genggam yang sudah diberikan agar anggota menindaklanjutinya. (MP-3)

Pos terkait