Langgur, Malukupost.com – PT. Bank Negara Indonesia (BNI) Kantor Cabang Pembantu (KCP) Langgur, melaksanakan kegiatan Penyerahan Bingkisan Ramadhan Tahun 2018 kepada 270 warga masyarakat Maluku Tenggara (Malra) dan Kota Tual, yang dipusatkan di Halaman Rumah Kreatif BUMN (RKB) Langgur, Selasa (5/6).
Pimpinan BNI Kantor Cabang Utama (KCU) Ambon, Dionnie E. Limmon dikonfirmasi di Langgur, Rabu (6/6), mengatakan kegiatan tersebut merupakan kepedulian BNI kepada masyarakat Maluku Tenggara (Malra) dan Kota Tual di bulan ramadan.
“Program ini juga dilaksanakan di semua kabupaten/kota yang memiliki RKB sehingga membantu masyarakat terhadap lonjakan harga Sembako, sekaligus juga dalam menyongsong HUT BNI ke-72 di bulan Juli nanti,” ujarnya.
Dionnie katakan, pihaknya melakukan kerjasama dengan Pemerintah Daerah melalui Dinas PMD dan Dinas Sosial untuk mengusulkan warga masyarakat yang berhak menerima manfaat tersebut.
“Penerima manfaat ini adalah warga masyarakat, bukan nasabah, untuk kita bekerja sama dengan pemda melalui PMD dan Dinas Sosial karena mereka yang lebih tahu mana yang lebih membutuhkan, sehingga bisa tepat sasaran,” tandasnya.
Dijelaskan Dionnie, keberadaan PT. BNI di dua daerah ini bukan hanya mengutamakan sisi profit-nya tetapi juga mengedepankan sisi sosial melalui kegiatan-kegiatan yang bermutu dan bermanfaat bagi masyarakat. BNI juga merupakan salah satu pelopor program sosial yang bermutu di Malra.
“Kegiatan ini adalah program dari pusat, kalau di tahun depan nanti ada program lagi maka kami akan laksanakan. Kami tidak bisa memutuskan untuk melaksanakan kegiatan, keputusannya ada di pusat,” tukasnya.
Dionnie menambahkan, BNI di wilayah Maluku kini telah memiliki punya 10 KCP dan 3 Kantor Kas serta lebih dari 70 ATM, semuanya itu tersebar di kabupaten/kota. Untuk itu, dia berharap, semoga penyerahan bingkisan sebagai bentuk kepedulian dari BNI KCP Langgur ini dapat meringankan kebutuhan masyarakat dalam bulan Ramadhan ini.
“Kedepan kami akan selalu mendukung pemda Malra dan Kota Tual terkait dengan pariwisatanya, dan itu harus dikembangkan. Kami ingin Malra dan Kota Tual bisa mirip dengan Bali,” pungkasnya. (MP-11)




