Bupati Tanimbar Anggarkan 21 Miliar Bangun Fasilitas MTQ Maluku Ke-29

  • Whatsapp
MTQ ke-29 di Saumlaki
Bupati Kepulauan Tanimbar, Petrus Fatlolon saat konferensi pers d Ambon, Jumat (13/3)

Ambon, Malukupost.com – Bupati Kepulauan Tanimbar, Petrus Fatlolon mengatakan pihaknya telah menganggarkan Rp7 miliar dan suplay bantuan dana dari balai sebesar Rp14 miliar, sehingga totalnya mencapai Rp21 miliar yang diperuntukan untuk renovasi lapangan Mandriat yang menjadi tempat pembukaan dan penutuan MTQ, serta pembangunan panggung.

Menurut Fatlolon, Toleransi antar umat beragama pun menjadi cermin penyelenggaran MTQ -29, hal ini terbukti dengan keterlibatan seluruh komponen umat bersama dalam menyukseskan MTQ tingkat provinsi ini. Dimana dalam kepanitian MTQ yang dibentuk, melibatkan tokoh umat beragama, yang diketuai oleh Pdt Leny Bakarbessy, ketua Klasis GPM Tanimbar Selatan. Ketua Harian-nya Pastor Simon Petrus Matruti, Wakil Uskup Wilayah Kepulauan Tanimbar dan MBD. Kemudian Wakil Ketua I itu Ketua MUI dan seterusnya.

“Saya memberikan kepercayaan kepada ketiga tokoh agama ini selaku ketua panitia, kemudian Pemerintah Daerah, saya Bupati, wakil bupati, Sekda dan seluruh pimpinan SKPD masuk dalam kepanitiaan tersebut dan juga kita libatkan tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat. Yang pastinya komposisi kepanitiaan ini sendiri 80 persen dari kalangan Kristen, sementara 20 persen sisanya dari kalangan muslim,”ungkapnya di Ambon, Jumat (13/3).

Fatlolon katakan, struktur panitia MTQ telah diusulkan ke Pemerintah Provinsi Maluku, untuk ditetapkan oleh Gubernur, Murad Ismail dalam suatu Surat Keputusan (SK). Dan sebagai tuan rumah ada tiga target, yaitu sukses perencanaan, sukses pelaksanaan dan menyabet juara umum.

“Bahkan untuk mencapai target juara umum, pihaknya sudah mempersiapkan kafilah, yang dimulai dari tingkat kecamatan sehingga diharapkan akan mendapatkan kafilah-kafilah yang mampu untuk mewakili KKT sebagai tuan rumah,” ungkapnya.

Dijelaskan Fatlolon, untuk menampung para kontingen yang diprediksi mencapai 1.200 sampai 1.500. Tentu jumlah ini tidak sebanding dengan jumlah kamar pada setiap hotel, yang totalnya hanya mencapai 500 kamar. Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya telah menyiapkan dua opsi penunjang, salah satunya hotel terapung bagi para peserta.

“Untuk hotel terapung ini apakah menggunakan kapal peni atau KRI milik TNI AL, ini yang masih kita koordinasikan,”tandasnya.

Pos terkait