Implementasi Program Kapolda Maluku, Kapolres Malra Makmurkan Tempat Ibadah

  • Whatsapp
Safari Kamtibmas
Kapolres Malra, AKBP Alfaris Pattiwael, SIK.MH (kanan), Ketua Klasis Gereja Protestan Maluku Wilayah Pulau-pulau Kecil dan Kota Tual, Pdt. Frans J. Syahilatua, S.Th (kiri), saat kegiatan Safari Kamtibmas di Gereja Sinai Taar, Kota Tual, Minggu (15/3/2020)

Langgur, Malukupost.com – Kepolisian Maluku Resor  Maluku Tenggara (Polres Malra), menggelar kegiatan kunjungan ke tempat-tempat ibadah, sekaligus melaksanakan safari kamtibmas.

“Pimpinan kami bapak Kapolda, memiliki salah satu program yaitu Memakmurkan Tempat Ibadah yakni gereja, masjid, pura dan wihara. Saya nanti akan ke semua tempat ibadah untuk mengimplementasi program dimaksud,” ujar Kapolres Malra AKBP AlfarisPattiwael, saat berkunjung ke Gereja Sinai Taar, Kota Tual, Minggu (15/3/2020).

Kapolres Pattiwael menjelaskan, program Makmurkan Tempat Ibadah tersebut adalah salah bentuk perhatian pihak kepolisian (Polri) untuk membantu tempat-tempat ibadah dimaksud.

“Kita memakmurkan tempat-tempat ibadah itu artinya kita melihat apa kekurangan-kekurangan dari tempat ibadah itu kita akan membantu. Saya berupaya untuk melaksanakan apa yang menjadi program bapak Kapolda.,” imbuhnya.

Selain itu, Polres Malra sendiri tengah melaksanakan kegiatan safari kamtibmas untuk bertemu langsung dengan para tokoh, baik tokoh agama, tokoh pemuda maupun warga masyarakat.

“Selaku Kapolres Malra, saya punya program namanya JURIKOH (Jumpa Seribu Tokoh), dan hari ini saya kesini di Gereja Sinai Taar ketemu pendeta-pendeta dan tokoh agama, itu salah satunya,” tukasnya.

Menurutnya, melalui kegiatan safari serta kunjungan ke tempat-tempat ibadah, masayarakat secara langsung dapat merasakan kedekatan mereka dengan pihak kepolisian.

“Safari untuk bertemu langsung dengan masayarakat, apalagi didalam momentum-momentum ibadah seperti ini sangat strategis. Dengan kegiatan seperti ini maka kepolisian bisa langsung mendekatkan diri dengan masyarakat, sehingga program-program kepolisian bisa didukung oleh masyarakat,” ungkapnya.

Safari kamtibmas ini juga merupakan tidak lanjut dari penanganan kejadian bentrokan yang terjadi beberapa hari lalu di wilayah Kota Tual.

“Kami kesini sekaligus rekonsiliasi pasca terjadinya keributan antara sekelompok warga Taar dan Hollat beberapa hari lalu. Disinilah kita mengajak basudara kita yang ribut-ribut kemarin itu untuk hidup dalam kedamaian. Saya ingin daerah kita ini maju dan hidup dalam ketenangan, aman dan tenteram, sehingga pembangunan bisa terlaksana dengan maksimal,” tegasnya.

Kapolres Pattiwael juga minta dukungan dari warga masyarakat Taar untuk membantu kepolisian terkait kamtibmas serta penanganannya.

“Selama ini mungkin konflik tidak pernah diselesaikan karena tidak adanya penegakan hukum yang optimal, sehingga kami harus melakukan penegakan hukum dimaksud. Untuk itu kami mengharapkan dukungan dari masyarakat secara keseluruhan. Artinya, ketika terjadi keributan antar warga maka penegakkan hukum tidak melibatkan warga secara keseluruhan namun oknum-oknum yang melakukan keributan dan keonaran itu yang ditangkap dan diproses secara hukum, bukanlah kelompok warga, masyarakat atau desa,” tandasnya.

Kesempatan itu pula Kapolres meminta maaf, jika ada masyarakat yang tidak puas dengan tugas-tugas Polri yang langsung berhadapan dengan masyarakat, sehingga kedepan pihaknya dapat memperbaiki semua pola-pola pendekatan dan pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu, Ketua Klasis Gereja Protestan Maluku Wilayah Pulau-pulau Kecil dan Kota Tual, Pdt. Frans J. Syahilatua, S.Th mengapresiasi kegiatan safari oleh Polres Malra.

“Selaku pimpinan gereja di klasis pulau-pulau Kei kecil dan Kota Tual, saya patut memberikan apresiasi kepada pak kapolres dan jajarannya serta pimpinan TNI, melalui program untuk berjumpa langsung dengan masyarakat secara khusus pada waktu-waktu ibadah seperti ini,” tuturnya.

Pendeta Syahilatua mengatakan, dengan momen perjumpaan seperti ini, masyarakat akan semakin dekat dengan Kapolres dan jajarannya, sehingga tidak ada kesenjangan antara masyarakat dengan Polri.

Terkait penanganan masalah yang terjadi beberapa hari lalu, Pendeta Syahilatua juga mengapresiasi langkah yang diambil Kapolres Malra.

“Langkah yang sudah ditempuh oleh Kapolres dan jajarannya itu patut kita berikan apresiasi, apalagi tindak lanjut dari penangan masalah tersebut yakni Kapolres yang mendampingi Kapolda berjumpa langsung dengan masyarakat yang bentrok kemarin, baik itu basudara dari Hollat maupun Taar,” tukasnya.

Pendeta Syahilatua menambahkan, selain kunjungan langsung bersama Kapolda Maluku beberapa hari yang lalu, kehadiran Kapolres dalam ibadah di Gereja Taar tersebut membuat suasana semakin baik.

“Saya pikir dengan demikian maka masyarakat akan aktif untuk turut membantu pihak Polres Malra dalam upaya-upaya kamtibmas secara khusus di Taar. Diharapkan juga untuk seluruh wilayah Kota Tual dan Malra,” pungkasnya.

Untuk diketahui, dalam safari kamtibmas di Gereja Sinai tersebut, Kapolres Malra memberikan bantuan sebesar Lima Juta Rupiah kepada pihak Gereja. Selain sebagai implementasi dari program Kapolda Maluku, bantuan tersebut adalah wujud kepedulian dan perhatian Polres Malra terhadap sarana peribadatan. (MP-15)

Pos terkait