Begini Cara Tim Relawan Covid-19 Ohoi Debut Memperlakukan Pelaku Perjalanan

Relawan Covid-19 Ohoi Debut, masing-masing : Yanto Jamlean, Ketua Relawan (tengah), Karel Ohoiwutun, Juru Bicara Relawan (kanan), dan Agus Marsel Ohoiwutun, Ketua Sekretariat Relawan (kiri). Selasa (28/4/2020)

Langgur, Malukupost.com – Tim Relawan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) salah satu ohoi (desa) di Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) yakni ohoi Debut, Kecamatan Manyeuw, punya cara tersendiri dalam menangani para Pelaku Perjalanan yang menjalani proses karantina.

Terkait penanganan pelaku perjalanan dimaksud, Tim Relawan Covid-19 ohoi Debut telah berkoordinasi maupun berkonsultasi dengan Tim Gugus Kecamatan Manyeuw untuk menyiapkan sendiri lokasi Karantina Mandiri bahkan Karantina Terpusat.

Diketahui, jumlah pelaku perjalanan yang menjalani proses karantina, baik itu karantina mandiri mupun karantina terpusat ohoi Debut yakni sebanyak 22 orang, yang rata-rata adalah mahasiswa-mahasiswi yang berasal dari wilayah yang telah terpapar Covid-19 (zona merah) yakni Jogjakarta, Ambon, Surabaya, Makassar dan Jakarta.

“Katong karantina terpusat itu di SD Naskat Debut, Perumahan Puskesmas (baru) Debut, Balai Penyuluhan KB Kecamatan Manyeuw,” ujar Yanto Jamlean, Ketua Relawan Covid-19 Ohoi Debut, Selasa (28/4/2020).

Jamlean menjelaskan, selain melaksanakan Protap Nasional, pihaknya juga menerapkan protap sendiri yang dibuat atas kesepakatan bersama antara Tim Satgas Covid-19 ohoi dengaan para orang tua maupun keluarga.

“Kami punya protap sendiri yakni setiap pelaku perjalanan sebelum masuk ke karantina, diwajibkan harus menceburkan dirinya di air laut sekitar 20 menit, serta barang-barang bawaan juga disemprot disinfektan baru mereka diizinkan masuk karantina,” tandasnya.

Selain itu, bagi pelaku perjalanan yang melakukan karantina mandiri di rumah masing-masing juga harus mengikuti protap yang ditetapkan.

“Kalau karantina mandiri di rumah sendiri berarti keluarga yang ada di dalam rumah wajib mengosongkan rumah, dan pelaku perjalanan sendiri tinggal di dalam rumah tersebut selama 14 hari. Ini kesepakatan bersama antara orang tua maupun keluarga, dan selama ini mereka semua patuh,” tukasnya.

Untuk kebutuhaan sehari-hari, pemerintah ohoi lewat Tim Satgas menyediakan bantuan Sembako kepada pelaku perjalanan, yang diserahkan kepada orang tua/keluarga dari masing-masing pelaku perjalanan.

“Bukan saja sembako, kebutuhan untuk perkuliahan para mahasiswa selama 14 di karantina juga ada, yakni kami menyediakan pelayanan paket (pulsa) data gratis agar mereka dapat melaksanakan perkuliahan online. Kami juga menyediakan kebutuhan kebersihan lainnya seperti sabun, pasta gigi dan lain-lain,” tuturnya.

Terkait pelayanan pemeriksaan kesehatan, pihaknya bekerja sama dengan pihak Puskesmas setempat.

“Kami dari Satgas juga memiliki dua petugas kesehatan, jika dari Tim Gugus Kecamatan tidak sempat melakukan pemeriksaan maka kami punya tenaga kesehatan dua orang itu yang akan memeriksa. Setiap hari dilakukan pemeriksaan kesehatan berupa pelayaan keluhan dan pemeriksaan suhu tubuh. Kami sudah meyiapkan obat-obatan misalnya vitamin C dan alat pengukur suhu,” ungkapnya.

Dikatakan Jamlean, pihaknya meminta langsung Kepala Puskesmas setempat maupun Kepala Dinas Kesehatan Malra agar dua orang tenaga kesehatan tersebut membantu ohoi secara khusus, selain melaksanakan tugas di Gugus Tugas Kecamatan.

Untuk diketahui, tanggal 27 April 2020, pemerintah ohoi Debut telah melakukan pelepasan tahap kedua terhadap para pelaku perjalanan yang telah selesai menjalani proses karantina, setelah sebelumnya telah dilakukan pula pelepasan tahap pertama.

Pelepasan tersebut disaksikan langsung oleh Pejabat Kepala Ohoi Debut (selaku Ketua Satgas), Ketua BSO, Tim Satgas Covid-19 Ohoi, Kepala Puskesmas Debut, Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

“Kami berharap mereka (para pelaku perjalanan) dapat membantu tim Satgas Covid-19 ohoi Debut untuk mengkampanyekan pencegahan penyebaran virus Corona. Hingga kini, jumlah pelaku perjalanan yang masih berada di lokasi karantina yakni sebanyak 5 orang,” pungkasnya. (MP-15)

Pos terkait