Pemprov Maluku Tutup Sementara Pelabuhan Hingga 1 Mei

Sekda Provinsi Maluku, Kasrul Selang
Sekda Provinsi Maluku, Kasrul Selang

Ambon, Malukupost.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Maluku menyatakan terhitung tanggal 17 April, akses arus masuk keluar manusia di Pulau Ambon, dalam hal ini perhubungan laut maupun darat sudah dibatasi sampai 14 hari kedepan.

“Pembatasan arus masuk manusia ke Ambon sudah mulai dilakukan tanggal 17 April sampai 1 Mei,”tandasnya di Ambon, Rabu (15/4).

Menurut Kasrul, keputusan ini diambil sesuai kesepakatan bersama DPRD Maluku untuk membatasi arus masuk keluar manusia di pulau Ambon, diantaranya Pelabuhan Yos Sudarso, Pelabuhan Slamet Riyadi, Pelabuhan Tulehu, Pelabuhan Rakyat Enriqo, Pelabuhan Tohoku, Pelabuhan Hitu, Pelabuhan Penyeberangan Galala, Pelabuhan Penyeberangan Waai, Pelabuhan Penyeberangan Hunimua.

“Akhirnya dari rapat tadi disepakati kita tidak menutup tetapi melakukan pembatasan. Ada istilah pembatasan skala besar dan seterusnya, kita belum menyimpulkan tetapi kita akan pembatasan skala regional dalam hal ini laut pulau Ambon. Kalau pembatasan itu artinya, kapal, feri yang memuat barang itu semua masih bisa dilaksanakan,”ungkapnya.

Dijelaskan Kasrul, kebijakan itu diambil dalam rangka memotong penyebarluasan Virus Corona (Covid-19) di Maluku dan sebelum mengambil kebijakan itu, pihaknya telah melakukan pertemuan bersama seluruh gugus tugas di kabupaten/kota untuk mengecek ketersediaan pangan. Selain itu, Pihaknya juga membicarakan dengan pemerintah kota Ambon dan Maluku Tengah terkait pelaksanaannya.

“Mekanismenya setelah ini kita akan langsung merapat, kebetulan di pulau Ambon ada dua pemerintahan, yaitu Ambon dan Malteng, selanjutnyan akan disosialisasikan kepada masyarakat, Jadi bagaimana kita membuat sehingga pulau Ambon ini jangan sampai dibawa ke pulau lain, apakah lease, seram dan seterusnya,”katanya.

“Sesuai laporan kabupaten/kota, untuk ketersediaan pangan ada yang tersedia dua bulan kedepan bahkan ada yang empat bulan kedepan. Untuk itu, masyarakat tidak perlu panik, seluruh kebutuhan bahan pokok semua dalam kondisi cukup,”katanya lagi.

Kasrul menandaskan, setelah ini akan ada pasar murah, pembagian sembako gratis kepada masyarakat terkhususnya yang terdampak dari pembatasan arus masuk keluar manusian ini. Sementara untuk arus masuk keluar dari Bandar Udara International Pattimura tetap berjalan seperti biasa.

“Untuk Bandara kita belum tutup. Perkembanganya kan dinamis. Jadi satu waktu kalau ditutup bandara, maka kita akan meminta izin ke pempus, pertimbangan lain belum ditutupnya bandara soal kehidupan masyarakat, Ini bukan adil atau tidak adil, jadi semua barang ini kan dibawa dari luar, tetapi jika ada warga yang sakit dan perlu obat secepatnya dan obat itu tidak ada di ambon, jadi itu yang kita pertimbangkan,” bebernya.

Kasrul katakan, dalam kurun waktu 14 hari dari tanggal 17 April tim medis baik itu dari Kota Ambon maupun provinsi akan melihat masyarakat yang mengeluhkan kondisi kesehatan, yang bergejala Covid-19.

“Untuk itu, teman-teman yang melakukan perjalanan dari luar ini kalau ada keluhan segera melapor. Jadi kalau dalam pendataan nantinya jika jumlah pasien Covid-19 meningkat signifikan kita tidak perlu panik. Jadi dari itu, kira sudah tahu dalam 14 hari yang positif jumlahnya berapa, berarti di ambon hanya jumlah itu yang sakit, yang sisanya sehat semua,”ulasnya.

Kasul menambahkan, setelah semua pasien Covid terdata dan ditangani, maka pelabuhan akan kembali dibuka secara normal.

“Tetapi, bagi pelaku perjalanan dari luar Maluku, tetap akan menjalani karantina, di lokasi yang telah disediakan pemkot Ambon,” pungkasnya.

Pos terkait