Saumlaki, Malukupost.com – Tim Gugus Tugas (Gustu) Percepatan Penanganan Corona virus infection desease (Covid-19) Kabupaten Kepulauan Tanimbar menggelar simulasi penanganan terhadap para palaku perjalanan yang akan datang dari luar daerah dan pergi keluar daerah dengan menggunakan jasa penerbangan di bandar udara Mathilda Batlayeri Saumlaki, Selasa (26/5).
Waka Polres Maluku Tenggara Barat Kompol. Lodefikus Tethool yang juga kepala bidang pencegahan Covid-19 kabupaten Kepulauan Tanimbar menyatakan, kegiatan simulasi yang dilakukan itu bertujuan untuk memastikan kesiapan tim yang akan bekerja lebih maksimal dalam melaksanakan tugas pencegahan Covid-19.
“Maskapai yang akan melayani penumpang dalam waktu dekat adalah Wings Air. Pesawat yang berkapasitas 72 penumpang itu nantinya hanya memuat 50% penumpang dari total kursi yang ada, atau 36 orang penumpang sesuai dengan anjuran pemerintah tentang penerapan social distancing,” katanya.

Dijelaskan Tehtool, para petugas medis yang bertugas di bandara akan ditempatkan di areal terbatas. Selain itu, tim Satgas juga berencana menyiapkan jalur keluar dari pintu emergensi selain jalur normal yang telah tersedia saat ini. Hal ini berguna jika tejadi hujan.
“Sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) protokol kesehatan maka seluruh pelaku perjalanan yang berasal dari sona merah akan kita antar ke tempat karantina agar dapat menjalaninya selama 14 hari,” bebernya sembari menambahkan dengan upaya itu, masyarakat untuk selalu mendukung kerja tim dan tetap mempertahankan Tanimbar dalam kategori zona hijau.
Sementara itu, Kepala Unit Penyelenggaraan Bandar Udara (UPBU) Mathilda Batlayeri Saumlaki Yanuaris Seralurin yang diwawancarai setelah kegiatan itu menyatakan, sesuai dengan anjuran Kementrian Perhubungan, penerbangan akan di buka dalam waktu dekat dan hanya tergantung pada maskapai masing-masing.
“Pemda Kabupaten Kepulauan Tanimbar meminta agar penerbangan dari dan keluar wilayah ini berjalan dua minggu sekali agar dapat mengatur waktu karantina karena mengingat tempat karantina terbatas,” ujarnya.
Januaris mengimbau kepada masyarakat pengantar dan penjemput agar saatnya nanti tidak akan melewati batasan yang sudah disiapkan oleh pihaknya di bandara sehingga tidak ada kontak dengan para pelaku perjalanan.


