Hasil RdT Dua Warga Maluku Barat Daya Reaktif

Bupati Kabupaten MBD, Benyamin TH Noach bersama pimpinan forum koordinasi pimpinan daerah dalam konferensi pers

Tiakur, MalukuPost.com – Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Maluku Barat Daya, Benyamin Th. Noach menyatakan dua warga tiakur yang merupakan pelaku perjalanan yang dikarantina sesuai hasil rapid test (RdT) ternyata reaktif namun tidak ada gejala atau dikategorikan Orang Tanpa Gejala (OTG).

“Dengan hasil reaktif sebagai Orang Tanpa Gejala (OTG) maka masa karantina diperpanjang selama 10 hari kedepan, sambil menunggu hasil swab yang akan dikirim ke Gugus Tugas Provinsi Maluku dengan tetap dilakukan pengawasan,” ujarnya di Tiakur, Senin (25/5).

Dijelaskan Noach, sebelumnya para pelaku perjalanan tersebut datang dari Kota Ambon dengan menggunakan KM Sanus 87 pada 10 Mei lalu berjumlah 32 orang, yang terdiri dari Pejabat dan Staf Pemkab, Aparat keamanan baik yang bertugas di MBD maupun yang akan melaksanakan tugas serta beberapa masyarakat dan Mahasiswa yang memiliki kepentingan mendesak.

“Para pelaku perjalanan tersebut dikarantina pada tiga lokasi yakni Penginapan Scorpion sebanyak 20 orang, Perumahan Pemda sebanyak delapan orangdan Perumahan Dokter sebanyak empat orang,” ungkapnya.

Noach menandaskan berdasarkan hasil rapid tast dua OTG mengalami hasil reaktif akibat penyakit yang diderita, dan saat ini sedang dalam masa pengobatan sehingga beredarnya informasi tentang adanya dua warga yang positif terjangkit virus Covid-19 di Tiakur adalah Hoax.

“Saat ini masyarakat masih belum terlalu memahami dengan baik terkait Rapid Test, sehingga ketika adanya hasil reaktif pada Rapid Test kemarin. Maka hal itu kemudian dianggap benar adanya penderita Covid-19 pada salah satu titik lokasi karantina yakni Penginapan Scorpion, maka dua OTG tersebut saat ini telah dipindahkan ke lokasi karantina lain yakni perumahan Pemda dan untuk peserta karantina lainnya pada lokasi yang sama masih diperpanjang masa karantina, sementara untuk dua lokasi lainnya peserta karantina telah dipulangkan,” bebernya.

Diakui Noach, adankecerobohan baik dari pelaku karantina maupun keluarga yang tidak menjalankan protap karantina dengan baik. Banyak peserta karantina yang beraktifitas di luar lokasi karantina serta menerima kunjungan dari keluarga maupun kerabat, bukan karena pihak gugus tugas tidak menjalankan tanggung jawabnya dengan baik dan benar. Tetapi banyak masyarakat yang mengganggap enteng persoalan karantina.

“Kita sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menjalankan tugas pengamanan karantina dengan baik, bahkan kita juga menempatkan aparat keamanan baik dari Satuan Polisi Pamong Praja maupun Polres MBD. Namun banyak pihak-pihak tertentu masih beraktifitas tanpa mempersoalkan dampak dari kelalaian tersebut,” katanya.

“Karena itu setelah ini, Kami harapkan adanya kerjasama pengawasan dari pihak media untuk sama-sama menindak berbagai kegiatan yang menyimpang dari protap Covid-19. Jika kedapatan ada pihak Pemda yang melakukan pelanggaran, mohon untuk diinformasikan agar ditindak tegas,” katanya katanya lagi.

Noach menambahkan, untuk menindak informasi Hoax tersebut pihak Gustu telah melakukan konfirmasi serta menyebarkan kebenaran informasi hasil Rapid Test ke seluruh pelosok melalui aparatur Pemda di tingkat kecamatan hingga Desa, bahkan pun dirinya menyesali adanya informasi Hoax yang beredar di masyarakat.

“Untuk dua OTG tersebut nantinya Gustu Kabupaten MBD akan melakukan pengiriman sampel Rapid Tes dengan menggunakan pesawat terbang yang akan dicarter untuk melakukan tes berikut yakni Swap agar mendapat hasil yang tepat terkait keadaan kesehatan dua OTG tersebut. Pengiriman akan dilakukan dalam waktu dekat,” tandasnya.

Noach meghimbau masyarakat agar tidak panik dan tidak mudah percaya berbagai informasi yang beredar. Sekalipun informasi tersebut berasal dari anggota satuan Gustu,

“Yang berhak untuk memberikan kepastian informasi hanyalah Ketua Gugus Tugas atau Ketua Harian. Tetapi kedepan, nantinya Gustu akan menetapkan juru bicara untuk mengcounter berbagai indsiden mendadak seperti yang terjadi kemarin. Sebelum nantinya ditindaklanjuti oleh pimpinan Gustu,” pungkasnya.

Pos terkait