Rafra Ingatkan Kapolsek Kei Kecil Jangan Ingkar Janji

  • Whatsapp
Lokasi yang disengketakan

Langgur, MalukuPost.com – Permasalahan kepemilikan tanah antara Noch. P. Refra(65) dan saudara Enos Rahantoknam pada kompleks Pokarina, Langgur, pada minggu (17/5), kemarin, yang telah dimediasi oleh Kapolsek Kei kecil, Iptu Wellem M.S Lewankiky dinilai tidak memuaskan.

Jemri Rafra, tokoh pemuda pokarina sekaligus merupakan keluarga Noah Refra menyatakan pihak Polsek dalam memediasi pihak-pihak yang bertikai ternyata lebih menguntungkan salah satu pihak olehnya itu dirinya mengingatkan Kapolsek Kei Kecil, Wellem Lewankiky agar jangan sampai mengingkari janjinya.

“Kepemilikan tanah orang tua saya seluas 40 × 60 M, pada wilayah tersebut dan telah memiliki surat pelepasan atas sebidang tanah dari Desa Kolser sejak tahun 2016 lalu, tetapi berjalannya waktu saudara Enos Rahantoknan juga memiliki surat pelepasan tanah dari desa Langgur pada 2018 yang berada pada tanah kepemilikan kami tetapi kami selalu memilih untuk menyelesaikan melalui jalur hukum,” ujarnya di Langgur, Kamis (28/5).

Jemri Rafra

Dijelaskan Rafra, pada minggu (17/5), Enos Rhantoknam telah melakukan kegiatan pekerjaan pada tanah tersebut, namun untuk menghindari terjadinya konflik akhirnya, persoalan tersebut dibawa pada polsek setempat, untuk mencari keadilan dan pada Senin (18/5). Pihak keluarga diundang oleh pihak polsek Kei kecil dengan tujuan memediasi kedua belah pihak namun tidak menemukan solusi.

“Kami telah mendatangi Polsek tersebut beberapa kali untuk mencari keadilan, dan pada Senin (20/5), keluarga kembali ke polsek dengan menghadirkan pejabat desa Langgur, dengan tujuan hanya untuk memberikan penjelasan terkait status kepemilikan tanah antara kedua desa, namun anehnya pak kapolsek juga tidak dapat menghadirkan Enos Rahantoknam untuk mencari solusi,“ ungkapnya.

Rafra katakan, pak Kapolsek saat memediasi justru pihak keluarga refra yang ditawarkan untuk mengalah, membiarkan Enos untuk tetap melakukan pekerjaan di atas tanah terbut, dengan menjanjikan akan diberikan tempat yang lain bagi keluarga refra.

“Ada apa sebenarnya ini, yang duluan kami kok malah kami yang harus mengalah, untuk itu kami tetap menolak,” tegasnya.

Diungkapkan Rafra, mediasi yang dilakukan pihak Kapolsek kei kecil tidak membuahkan hasil, namun Kapolsek berjanji kepada keluarga Refra bahwa akan menghentikan segala kegiatan di lokasi tersebut bagi kedua belah pihak untuk sementara bahkan kapolsek juga mengatakan bersedia untuk menjadi jaminan, sehingga keluarga menghargai dan menerima keputusan tersebut dengan memilih diam.

“Ironisnya pada Selasa (26/5) saudara Enos Rahantoknam kembali melakukan kegiatan di lokasi tanah itu, hal ini pasti menimbulkan emosional keluarga kami tetapi kami melakukan koordinasi dengan pihak Polsek untuk menagih janji yang telah disampaikan akhirnya pekerjaan kembali terhenti,” katanya.

“Mana janji yang telah disampaikan Kapolsek, kok pekerjaan masih saja dilakukan di tempat sengketa??, bukanya bapak Kapolsek sendiri yang mengatakan untuk menjamin dan akan memberitahukan kepada Enos Rahantoknam untuk tidak lagi ada melakukan aktivitas, kenyataannya masih ada Pak?,“ katanya menambahkan.

Rafra meminta Kapolres Maluku Tenggara, Kapolda Maluku dan Kapolri untuk mengevaluasi kinerja Kapolsek Kei Kecil Iptu Wellem M. S. Lewankiky yang dalam kinerjanya tidak profesional bahkan tidak mampu memediasi dan menyelesaikan permasalahan di wilayah hukum Polsek Kei Kecil.

“Kami keluarga besar telah bertekad apabila dikemudian hari masih ada aktivitas yang dilakukan Enos Rahantoknam pada lokasi tanah tersebut, maka kami akan mengambil tindakan dan Kapolsek Lewankiky akan bertanggung jawab sesuai janji yang diberikan, dan kenyataannya tidak pernah ada. Sudah cukup kesabaran keluarga untuk semua ini,“ tegasnya.

Untuk diketahui persoalan status kepemilikan tanah antara Bapak Noch P. Refra dengan saudara Enos Rahantoknan pernah dimediasi oleh Polres setempat beberapa waktu lalu. Dan telah disepakati, kepada kedua belah pihak untuk tidak melakukan aktivitas pada tempat tersebut mengingat status kepemilikan tanah oleh keduanya belum jelas kepemilikannya.

Pos terkait