Nikodemus: Jika 60 Orang Diijinkan Pulang, Yang Tinggal Harus Diperhatikan Pemkab
Ambon, MalukuPost.com – Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Pemuda Lelemuku (HIMAPEL) Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Nikodemus Saulahirwan menyatakan pihaknya merasa resah akibat kebijakan pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar yang hanya bisa menerima 60 orang dari 106 calon siswa TNI yang tidak lolos untuk kembali dari daerah Tanimbar.
“Kami minta kebijakan pemerintah daerah dalam hal ini Bupati Kepulauan Tanimbar Bapak Petrus Fatlolon untuk bagimana kalau bisa prosesnya satu trip saja 106 orang ini untuk berangkat kenapa, kalau misalnya 60 orang lalu 60 orang yang tersisa ini seperti apa mana akses keadilannya,” ujarnya di Ambon, Selasa (12/5).
Nikodemus katakan, data sementara mahasiswa asal tanimbar yang ada di kota ambon sekitar 765 orang, sedangkan sampai saat ini kalau Pemkab tidak mau mereka pulang coba harusnya memberikan perhatian pada mereka.
“Pemerintah kota Ambon saja memberikan bantuan lewat fakultas-fakultas, dimana kepedulian Pemkab Kepulauan Tanimbar terhadap mahasiswa tanimbar yang ada di Ambon atau melihat semua mahasiswa tanimbar yang ada di luar kabupaten kepulauan Tanimbar yang mencari ilmu,” ungkapnya.
Nikodemus mencontohkan, di kecamatan Molomaru maupun daerah kepulauan di tanimbar karena da kebijakan terkait pencegahan penyebaran covid-19 sehingga tidak bisa ke ibukota kabupaten untuk mengirimkan uang kepada anak-anaknya diluar daerah.
“Ada kabijakan kebijakan yang membuat masyarakat tidak bisa keluar dari situ, sementara di kecamatan Molomaru tidak bank ATM juta tidak ada listrik hampir tidak ada, lalu bagaimana caranya orang tua mau kirim uang untuk anak-anak mereka. Sehingga saya minta dengan hormat pemerintah daerah bisa melihat hal-hal ini dalam hal bukan membantu secara langsung memberikan uang tidak yang penting bapak-bapak yang ada disana buka akses buat teman teman disini misalnya mau buka akses ya silakan,” katanya.
“Tapi jika tidak mau buka akses ya solusinya apa yang mau diberikan ke mahasiswa bukan saja di Ambon tapi seluruhnya melalui stimulan-stimulan atau sembako untuk membatu kehidupan di hari hari yang datang,” katanya lagi.
Nikodemus menyatakan, pihaknya mengapresiasi sikap Anggota DPRD Provinsi Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Kabupaten Maluku Barat Daya yang membantu memberikan perhatian moril maupun materil salah satunya akan dilakukan rapid tes kepada 106 orang namun menyesal karena belum ada perhatian dari pemerintah kabupaten Kepulauan Tanimbar.
“Saya bisa memberikan solusi sedikit terkait dengan ini dengan melakukan karangtina mandiri, Saya mengapresiasi sikap bapa-bapa Anggota DPRD Provinsi sangat luar biasa memberi ruang untuk dilakukan rapid tes untuk mereka yang baru pulang rapi tes sehingga tidak ada dampak dampak membawa virus corona kesana,” tandasnya.


