Warga Saumlaki Tidak Gubris Social Distancing Saat Hadiri Pasar Murah

  • Whatsapp

Werembinan: Para Pembeli Membludak Dan Sulit Diatur, Sempat Dihentikan Sementara

MalukuPost.com, Saumlaki – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar menggelar pasar murah bagi masyarakat di kota Saumlaki dan beberapa desa sekitar di kecamatan Tanimbar Selatan, bertempat di lokasi pertokoan Yamdena Plaza Saumlaki, Kamis (21/5/2020).

Kegiatan pasar murah yang dibuka oleh Penjabat Sekretaris Daerah Ruben Benharvioto Moriolkosu pukul 14:00 WIT itu dihadiri oleh sejumlah pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan dibanjiri ribuan pembeli.

Berdasarkan pantauan media ini, para pembeli yang datang dan membanjiri lokasi tak bisa dibendung, ironisnya aparat kemanan seakan pasrah dan tidak menegakan aturan/protokol kesehatan dalam pencegahan Covid yakni Social Distancing alhasil warga hanya berdempet-dempetan, dan terjadi aksi saling dorong.

Para petugas yang dipimpin oleh Kepala dinas Perindustrian, Perdagangan dan Tenaga Kerja kabupaten Kepulauan Tanimbar Elisabeth I.Werembinan, sempat beberapa kali menghentikan penjualan di pasar murah dan kembali menganjurkan warga untuk taat aturan, namun tidak dihiraukan.

Bukan hanya itu, aksi dorong ini mengakibatkan banyak warga yang mengeluh karena sudah antri berjam-jam lamanya namun tak kunjung dilayani sebagai mana dialami Ibu Ranglalin (69) warga Saumlaki.

“Saya sudah ada dari jam dua siang tadi disini tapi sampai saat ini, saya belum jadi beli beras. Mereka tidak bisa menghargai saya yang sudah usia tua ini untuk didahulukan,” ujarnya kesal.

Kepala dinas Perindustrian, Perdagangan dan Tenaga Kerja kabupaten Kepulauan Tanimbar Elisabeth I.Werembinan yang diwawancarai mengatakan, pemilihan lokasi pasar murah yang berada di pelataran Yamdena Plaza Saumlaki dinilai tepat karena kebanyakan wilayah itu ditempati oleh warga yang beragama muslim.

“Jika kita buka di tempat lain akan susah dijangkau sehingga sasaran yang ingin kita capai itu tidak terpenuhi,” ungkapnya.

Werembinan mengaku telah menggunakan protokol kesehatan dalam pencegahan Covid-19 untuk kegiatan tersebut, namun tak disangka para pembeli yang membanjiri lokasi membludak dan sulit diatur.

“Kami juga sudah mengantisipasi itu dalam imbauan termasuk telah disediakan 200 kursi dengan jarak yang memenuhi protokol kesehatan. Namun karena masyarakat begitu antusias dalam membeli sembako yang murah meriah ini sehingga mereka mengabaikan social distancing yang diarahkan oleh protokol kesehatan,” bebernya.

Hingga kegiatan dihentikan pada pukul 18:00 waktu setempat, banyak warga yang tak kebagian meskipun sudah rela antri dan diguyur hujan.

Pos terkait