PHBS Dan Masalah Stunting, Akan Menjadi Prioritas TP-PKK Kecamatan Kei Kecil

  • Whatsapp
Ketua TP-PKK Kecamatan Kei Keci, Ibu Tresia Rettob (kiri), dan Sekretaris Ibu Maura Toatubun (kanan).

Langgur, Malukupost.com – Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta Penanganan masalah Stunting, akan menjadi prioritas Pengurus Tim Penggerak PKK (TP-PKK) Kecamatan Kei Kecil Periode 2020-2024 usai dilantik.

Ketua TP-PKK Kecamatan Kei Kecil, Tresya Rettob menjelaskan, PHBS dan masalah Stunting merupakan prioritas, karena dalam situasi sekarang (Pandemi Covid-19), keluarga dituntut untuk menjaga serta merawat kondisi lingkungan dan rumah tetap bersih dan sehat.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan pembenahan dan penguatan kelembagaan TP-PKK pada 16 ohoi (desa) dan 1 kelurahan yang ada dalam wilayah kerja Kecamatan Kei Kecil.

“Dalam PKK itu ada 4 Kelompok Kerja (Pokja) yang dibagi untuk membidangi 10 Program Pokok PKK. Nah, terkait dengan kodisi pandemi Covid-19, maka yang membidangi kegiatan tersebut yakni Pokja 4,” ujarnya di Langgur, Sabtu (6/6/2020).

Rettob mengingatkan semua pengurus TP-PKK Kecamatan Kei Kecil dan pengurus di ohoi-ohoi, bahwa sesuai instruksi dari Ketua TP-PKK Kabupaten Malra agar kader-kader PKK di semua jenjang harus berperan aktif terhadap situasi pandemi Covid-19 memasuki New Normal dan juga masalah Stunting

“Untuk pencegahan Covid-19, maka TP-PKK Kei Kecil akan menerapkan perilaku hidup sehat kepada setiap keluarga sesuai dengan protokoler kesehatan,” katanya.

Pengurus TP-PKK Kecamatan Kei Kecil Periode 2020-2024, saat dilantik oleh Camat Kei Kecil di Langgur, Sabtu (06/06/2020).

Diungkapkan Rettob, terkait masalah Stunting, dimana kabupaten Malra masuk dalam Lokasi Khusus (Lokus) tingginya angka Stunting serta kematian ibu dan anak balita, maka hal-hal tersebut nantinya akan menjadi program prioritas Pengurus TP-PKK Kecamatan Kei Kecil Periode 2020-2024.

“Selain itu, ada juga Pokja yang memiliki keterkaitan dengan kondisi sekarang yakni Pokja 3, dimana program khusus yakni pemanfaatan lahan pekarangan. Kalau di PKK itu disebut HATI (Halaman Asri Teratur Indah dan nyaman),” tuturnya.

Dengan ditetapkannya Malra masuk dalam dalam green zone (zona hijau), maka hal itu sangat menguntungkan, karena perekonomian masih berjalan, begitu pula dengan kehidupan pasar.

“Jika keluarga tidak memanfaatkan lahan pekarangan untuk menunjang ekonomi keluarga, itu akan sangat fatal,” imbuhnya.

Menurutnya, pemanfaatan lahan pekarangan itu bukan saja untuk tanaman hias, tetapi juga untuk pangan dan obat-obatan. Sehingga dalam situasi pandemi ini, ibu-ibu tidak harus menunggu untuk ke pasar, karena lahan pekarangan dapat digunakan untuk mengantisipasi situasi yang terjadi sekarang.

Rettob menegaskan, dalam menghadapi situasi New Normal, pihaknya akan melakukan on the spot (turun lapangan) untuk mensosialisasikannya ke ohoi-ohoi dan keluarahan dalam wilayah kecamatan Kei Kecil, sehingga warga khususnya ibu-ibu dapat memahami tentang kondisi New Normal dan mempersiapkan anggota keluarga masing-masing terkait kondisi yang harus dijalankan di kabupaten Malra.

Pos terkait