Saumlaki, MalukuPost.com – Bupati Kepulauan Tanimbar, Petrus Fatlolon menyatakan rapat kerja (raker) pertama paroki Santo Petrus dan Paulus yang bertemakan Paroki Santo Petrus Wabar Mewujudkan Diri Sebagai Paroki Mandiri mirip dengan empat visi besar pemerintah kabupaten setempat yaitu menuju Tanimbar yang mandiri.
“Berarti kita semua punya visi yang sama yaitu menuju kemandirian gereja, kemandirian Tanimbar yang sejati. Karena itu, kita semua wajib mendukung kegiatan ini karena punya makna yang luar biasa untuk gereja dan Tanimbar yang mandiri,” ujarnya saat membuka Raker Paroki Santo Petrus dan Paulus Wabar di kecamatan Wuarlabobar kabupaten Kepulauan Tanimbar, Senin, (29/6/2020).
Bupati Fatlolon juga menyarankan dua hal penting yang dibahas dalam Raker paroki tersebut yakni ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi.
“Ini sangat penting untuk menjaga ketahanan pangan daerah dan juga ada kemandirian ekonomi masyarakat,” katanya.

Bupati Fatlolon berharap rapat itu dapat menghasilkan program-program strategis yang dapat disumbangkan kepada desa Wabar, kecamatan Wuarlabobar dan kabupaten Kepulauan Tanimbar guna merencanakan dan menyusun program strategis dalam rangka memastikan ketahanan pangan di Tanimbar tetap terjaga dengan baik.
“Contohnya desa Arma dan Watmuri di kecamatan Niruas yang surplus pangan lokal seperti ubi, keladi, petatas dan kacang-kacangan. Untuk mewujudkan kemandirian ekonomi rumah tangga, mereka bisa menghasilkan uang dalam jumlah yang banyak karena memasarkan hasil pertanian ke wilayah Papua sebelum Covid-19. Biasanya dijual ke Timika sebelum Covid-19, namun saat ini Bupati dan pimpinan OPD dan DPRD sepakat membeli hasil-hasil tersebut,”bebernya.
Menurut Bupati Fatlolon, kemandirian ekonomi di negara-negara maju telah memberikan contoh, bila sekelompok masyarakat punya ekonomi yang cukup, maka pasti kehidupan demokrasi dan politik juga dapat terkendali dengan baik.
“Jika ada kemandirian ekonomi maka akan berdampak pula pada penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik yang terlaksana dengan baik. “Ekonomi, politik dan pemerintahan harus berjalan seirama menuju pada masyarakat yang mandiri,”ungkapnya.
Dijelaskan Bupati Fatlolon, sejumlah aspek yang dapat meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat, mulai dari memanfaatkan pekarangan rumah untuk pertanian hingga pembudidayaan rumput laut. Hal ini ditekankannya mengingat saat kecamatan Wuarlabobar kabupaten Kepulauan dan kecamatan Wermaktian saat ini unggul dalam bidang perikanan, khususnya rumput laut.
“Untuk mendukung kemandirian ekonomi di sektor perikanan, pemerintah daerah terus memberikan bantuan bagi nelayan berupa longboad, ketinting, alat tangkap lain dan bibit rumput laut serta pendampingan yang akan dilakukan oleh Dinas Perikanan,” pungkasnya.
Sementara itu, Pastor paroki Santo Petrus dan Paulus Wabar, Paulinus Serin, Pr menyatakan, pelaksanaan raker itu didasarkan pada hasil rekomendasi sinode keuskupan Amboina tahun 2019 yang mengusung tema “Gereja katolik keuskupan Amboina membaharui diri dan menyucikan diri dalam pelayanannya di Maluku dan Maluku Utara demi mewujudkan dirinya sebagai gereja mandiri.“
Pastor Poly (nama sapaannya-red) berterima kasih kepada pemerintah daerah dan DPRD kabupaten Kepulauan Tanimbar yang terus membantu umat dan masyarakat diwilayah itu.
Berdasarkan pantauan media ini, sebagai tanda pembukaan Raker paroki, Bupati dan Ketua DPRD memukul tifa yang disaksikan oleh wakil ketua DPRD, Pastor Paroki Santo Petrus dan Paulus Wabar, serta pastor Luky Kelwulan,Pr.
Setelah kegiatan raker, diakhiri dengan misa syukur dan perayaan puncak HUT Paroki.
Sekedar diketahui, Raker paroki Santo Petrus dan Paulus Wabar dilaksanakan bertepatan dengan perayaan hari ulang tahun Paroki yang pertama, bertempat di balai desa Lurun Ndity Arkilo Barat, Wabar.
Hadir dalam kegiatan itu, Ketua DPRD Jaflaun Batlayeri, Wakil Ketua DPRD Jidon Kelmanutu, sejumlah anggota DPRD seperti Ambrosius Rahanwati, Godlif Siletty, Welem Hermanus Pesiwarissa, Otniel Whan Lekruna, sejumlah pimpinan SKPD dilingkungan pemerintah daerah kabupaten Kepulauan Tanimbar, Camat Wuarlabobar Reinhard Sainuka bersama stafnya, para tim relawan penanganan Covid-19 kabupaten Kepulauan Tanimbar dan sejumlah wartawan.


