Raker Paroki Santo Petrus dan Paulus Wabar Usung Tema Wujudkan Kemandirian Umat

  • Whatsapp

Wabar, Malukupost.com – Paroki Santo Petrus dan Paulus Waturu Baru (Wabar) menggelar rapat kerja (Raker) pertama semenjak diputuskan menjadi paroki oleh uskup diosis Amboina, Mgr. P.C. Mandagi, MSC bulan Juni 2019.

Rapat kerja paroki itu dilaksanakan bertepatan dengan perayaan hari ulang tahun Paroki yang pertama, bertempat di balai desa Lurun Ndity Arkilo Barat, Wabar, Senin (29/6/2020).

Ketua Dewan Pastoral Paroki (DPP) Wabar, Pius Samponu menyatakan, tujuan dari kegiatan Raker Paroki Santo Petrus Wabar Tahun 2020 adalah peserta akan merumuskan program-program kerja paroki dengan menjadikan hasil keputusan dan rekomendasi sinode keuskupan Amboina tahun 2019 sebagai dasar pembentukan program-program prioritas, program jangka menengah, dan program jangka lanjang dalam pelayanan iman umat di wilayah Paroki.

Pastor Luky Kelwulan, Pr dan Bupati Petrus Fatlolon saat menjadi narasumber

Sesuai pantauan, proses raker ini dilaksanakan dengan beberapa sesi kegiatan antara lain prosesi seremonial pembukaan Raker, penyajian materi seputar “Kemandirian Ekonomi Umat oleh Bupati Kepulauan Tanimbar, Petrus Fatlolon dari sudut pandang pemerintah daerah dan Pastor Luki Kelwulan, Pr yang mengulas tentang pemberdayaan umat melalui 5 tugas gereja.

Setelah itu dilanjutkan dengan pembacaan hasil sinode keuskupan Amboina tahun 2019 sekaligus pembahasan dan penyusunan progrma kerja Paroki, Stasi maupun Rukun oleh pastor paroki Santo Petrus Wabar dengan berpedoman pada hasil keputusan dan rekomendasi sinode keuskupan Amboina.

Pastor paroki Santo Petrus dan Paulus Wabar, Paulinus Serin, Pr menyatakan, pelaksanaan raker itu didasarkan pada hasil rekomendasi sinode keuskupan Amboina tahun 2019 yang mengusung tema “Gereja katolik keuskupan Amboina membaharui diri dan menyucikan diri dalam pelayanannya di Maluku dan Maluku Utara demi mewujudkan dirinya sebagai gereja mandiri.“

“Tema besar ini, telah menghasilkan pelbagai keputusan dan rekomendasi yang segera diimplementasikan dalam reksa pastoral masing-masing wilayah pelayanan baik di tingkat wilayah, paroki, stasi maupun rukun dalam wilayah keuskupan Amboina,”ungkapnya.

Paulinus yang sering disapa pastor Polu katakan, tak dipungkiri Tema besar Sinode Tahun 2019 telah mengubah secara perlahan-lahan cara berpikir lama tentang kehadiran gereja di tengah kehidupan umat beriman dewasa. Telah terjadi pergeseran cara berpikir lama menuju cara berpikir yang baru di era milenial dengan pelbagai tuntutan hidup dewasa ini.

“Gereja katolik keuskupan Amboina tidak lagi dijadikan sebagai gereja misi dalam kehadirannya di tengah-tengah dunia. Gereja katolik keuskupan Amboina kini telah menjadi gereja Mandiri. Gereja yang hadir dan melayani diri sendiri dengan menggunakan semua potensi dari umat untuk pelayanan iman dalam kehidupan menggereja demi terwujudnya bonnum commune atau kebaikan bersama dalam kehidupan beriman umat sebagai satu keluarga Allah di tengah-tengah dunia in,i” bebernya.

Pastor Poly menandaskan Paroki Santo Petrus Wabar yang berada pada perwakilan wilayah Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya merupakan bagian tak terpisahkan dari gereja keuskupan Amboina yang dalam tahun pelayanan 2020 akan mencoba untuk mengimplementasikan 5 tugas gereja.

“Dengan umur paroki yang relatif masi sangat muda ini, kami akan berusaha untuk tetap melaksanakan segala keputusan maupun rekomendasi yang telah dilahirkan pada Sinode keuskupan Tahun 2019 lalu,” ujarnya.

Dijelaskan Pastor Poly, medan pelayanan di paroki Santo Petrus Wabar sangat sulit karena berada pada wilayah pelayanan kepulauan, belum lagi dengan sumber daya umat yang sangat terbatas, tingkat kehidupan ekonomi umat yang mayoritasnya adalah petani dan nelayan, serta terbatasnya sarana operasional pelayanan.

“Dengan pelbagai kesulitan dan tantangan yang ada tidaklah menjadi penghalang bagi kami untuk terus berusaha untuk menghadirkan gereja yang mandiri di tengah-tengah kehidupan beriman,”pungkasnya.

Berdasarkan pantauan media ini, hadir dalam kegiatan itu, Bupati Kepulauan Tanimbar Petrus Fatlolon, Ketua DPRD Jaflaun Batlayeri, Wakil Ketua DPRD Jidon Kelmanutu, sejumlah anggota DPRD seperti Ambrosius Rahanwati, Godlif Siletty, Welem Hermanus Pesiwarissa, Otniel Whan Lekruna, sejumlah pimpinan SKPD dilingkungan pemerintah daerah kabupaten Kepulauan Tanimbar, Camat Wuarlabobar Reinhard Sainuka bersama stafnya, para tim relawan penanganan Covid-19 kabupaten Kepulauan Tanimbar dan sejumlah wartawan.

100 orang peserta yang dihadirkan dalam Raker paroki itu terdiri dari pimpinan Dewan Pastoral Paroki, utusan semua Dewan Pastoral Stasi, Badan Pengurus Rukun, pimpinan-pimpinan kelompok kategorial pada stasi santo Petrus Paulus Wabar, stasi Bunda Hati Kudus Awear Rumngevur, dan stasi Santo Lambertus Lingada.

Hadir seluruh pemerintah desa dan Badan Permusyawaratan Desa, para tokoh adat, tenaga pendidik yang berada di 3 stasi atau desa untuk secara bersama berdiskusi dan berdialaog demi melahirkan pelabagai keputusan dan rekomendasi demi mewujudkan paroki Santo Petrus Wabar sebagai paroki yang mandiri.

Pos terkait