Ketua PWI Malra Kecam Tindakan Oknum Yang Menghalangi Tugas Wartawan

  • Whatsapp
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), Aladin Sukma.

Langgur, Malukupost.com – Tindakan salah satu oknum pegawai pada Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Tual yang diduga menghalangi tugas wartawan, mendapat reaksi keras dari insan pers di dua daerah ini.

Salah satunya datang dari Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), Aladin Sukma.

“Saya mengutuk tindakan oknum siapapun yang melarang atau menghalangi tugas jurnalis, baik itu tindakan sengaja maupun tidak sengaja,” katanya di Langgur, Jumat (7/8/2020).

Menurutnya, wartawan dalam melaksanakan tugas sudah barang tentu selalu patuh dan taat terhadap ketentuan didalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalis.

“Kedua rekan kami yang hendak meminta klarifikasi dari Kasi Pidsus setempat terkait kasus penyalahgunaan dana desa, awalnya mereka sudah melapor di piket yang saat itu ada Kasi Intel setempat dan telah diizinkan,” ujarnya.

Sukma menjelaskan, urusan wartawan yang berkunjung ke kantor (swasta atau pemerintah) untuk memperoleh informasi, harus dihormati karena itu adalah pekerjaan jurnalis.

“Jangan dibatasi, apalagi sampai mau melarang. Karena informasi yang kami inginkan dari nara sumber terkait berita kasus itu sudah pasti berbeda dalam edisi pemberitaan. Misalnya, jika hari ini wartawan (si A) meminta keterangan dari nara sumber (si B) di kantornya, maka keterangan dari si B itu akan dimuat untuk pemberitaan hari ini. Dan jika ada perkembangan dari kasus tersebut, maka si A akan meminta keterangan lanjutan dari si B di kantornya. Nah, kondisi ini yang harus dipahami oleh semua orang,” tuturnya.

Terkait aturan yang diberlakukan di kantor Kejaksaan Negeri Tual menyangkut tatacara berpakaian yakni tamu wajib menggunakan Kemeja atau Baju Kaos Berkerah, pihaknya sangat mendukung dan menghormatinya.

“Setiap instansi, kantor (swasta atau pemerintah) dan lainnya, silahkan menerapkan aturan (protap) terkait tatacara berpakaian kepada setiap orang yang berkunjung. Kami mendukung dan menghormati itu. Namun, jika kedua rekan kami dianggap tidak berpakaian sesuai aturan di kantor Kejari Tual, maka silahkan membuka rekaman CCTV biar semuanya jelas,” tukasnya.

Aladin Sukma mengungkapkan, pihaknya mendukung langkah-langkah dari para wartawan yang telah mempolisikan masalah ini.

“Saya minta maaf kepada rekan-rekan wartawan karena kemarin saya tidak bisa hadir di kantor polisi berhubung masih dalam suasana duka (ayah saya meninggal). Namun, saya mendukung langkah yang diambil oleh rekan-rekan untuk membuat Laporan Polisi. Langkah ini juga agar masalah yang tejadi tidak membias dan tidak dijadikan objek kepentingan bagi pihak-pihak dan/atau oknum-oknum yang ingin menjadi pahlawan kesiangan dalam memanfaatkan perselisihan antara insan pers dan institusi penegak hukum di Kei untuk,” tandasnya.

Untuk itu, dirinya meminta wartawan yang tergabung dalam PWI Malra agar ikut membantu dan mendukung rekan-rekan wartawan yang lain dalam mengawal proses ini.

“Selaku Ketua PWI Malra, saya himbau rekan-rekan dalam organisasi ini untuk turut mendukung serta mengawal proses ini. Dalam waktu dekat, kami akan rapat untuk menyurati Kejaksaan Tinggi Maluku,” tegasnya.

Aladin Sukma menghimbau kepada semua pihak dan/atau oknum yang tidak mengerti dan memahami tentang permasalahan (substansi) ini agar jangan mengeluarkan statement apalagi beropini.

“Masalah ini sudah ada didalam ranah hukum. Kita semua wajib taat hukum, untuk itu mari kita menghormati prosesnya,” pungkasnya.

Pos terkait