Canangkan Ohoi Iso Sebagai Desa Radio, Hanubun: “Iso adalah pilihan tepat”

  • Whatsapp
Bupati Malra, Drs. Hi. Muhamad Thaher Hanubun saat menyampaikan sambutan pada pencanangan Ohoi (desa) Iso, Kecamatan Kei Kecil Timur sebagai Desa Radio oleh Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia Tual (LPP RRI Tual). Jumat (11/9/2020).

Langgur, MalukuPost.com – Ohoi (desa) Iso, Kecamatan Kei Kecil Timur, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), ditetapkan sebagai lokasi pencanangan Desa Radio oleh Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia Tual (LPP RRI Tual).

Pencanangan tersebut dilakukan di Ohoi Iso, Jumat (11/9), dalam rangka kegiatan Penyulutan Obor Tri Prasetya memperingati Hari Bhakti RRI ke-75 tanggal 11 September 2020.

Bupati Malra, M. Thaher Hanubun mengungkapkan, RRI terus mengembangkan dirinya, serta mampu memanfaatkan sarana teknologi informasi yang terus berkembang di zaman revolusi 4.0 ini.

Hal ini sejalan dengan program pemerintah daerah yakni memberikan jaminan untuk konektivitas, dimana hampir seluruh wilayah Kei Kecil kurang lebih 90 % dan Kei Besar 60-80% sudah menikmati konektivitas internet.

“Kemarin saya baru pulang dari ohoi Weduar Fer (Kei Besar) bersama pak Deputi dari Badan Nasional Pengelola Perbatasan untuk mencanangkan Bumi Perkemahan Larvul Ngabal Maluku Tenggara Indonesia, dimana nanti ada 10.00 bendera akan dikibarkan di pintu gerbang (perbatasan) Indondesia. Mudah-mudahan RRI selalu dilibatkan kesana,” ujarnya.

Dengan adanya konektivitas internet tentunya mendorong pemanfaatan teknologi dan upaya penyebaran informasi.

Menurutnya, RRI mampu menjadi corong pemerintah untuk penyebaran berbagai informasi dan perkembangan pembangunan.

Penekanan tombol sirene oleh Bupati Malra dan Kepala LPP RRI Tual, Paulus Laiyan, S.PT., sebagai tanda pencanangan Ohoi Iso sebagai Desa Radio pertama di Malra.

“Kedepan nanti kita punya Dinas Komunikasi dan Informasi Malra akan mengembangkan media streaming guna kepentingan penyebaran informasi pembangunan di Malra. Saya harapkan didukung oleh RRI Tual. Bukan sebagai kompetitor tapi sebagai mitra dan memiliki kesamaan tujuan,” tandasnya.

Hal tersebut perlu dilakukan, sehingga kedepan nanti, informasi perkembangan pembangunan di Malra dapat diakses oleh warga melalui handphone (android).

“Saya minta kepada seluruh OPD dan para camat serta perangkat maupun pemerintah ohoi yang wilayahnya sudah terkoneksi internet agar terus mengikuti siaran pembangunan secara streaming melalui RRI play Go,” tukasnya.

Pada kesempatan itu pula, Bupati Hanubun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pimpinan dan seluruh staf serta pegawai LPP RRI Tual, yang telah memilih Iso sebagai ohoi pertama di Malra yang ditetapkan sebagai Desa Radio.

“Setiap ohoi di Kei ini punya nama serta artinya. Dan nama Iso dalam bahasa evav (kei) disebut nakso artinya cepat atau laju. Jadi, kalau ohoi Iso ini dipilih oleh RRI Tual sebagai Desa Radio atau kegiatan-kegiatan lain, itu berarti ohoi Iso ini laju. Iso adalah pilihan yang tepat. Atas nama pemerintah daerah dan seluruh warga Malra, saya sampaikan terima kasih kepada Kepala LPP RRI Tual, yang telah membuat ohoi Iso ini namanya terkenal di tingkat nasional,” pungkasnya.

Pencanangan ohoi Iso sebagai Desa Radio yang pertama di Malra tersebut ditandai dengan penekanan tombol sirene oleh Bupati Hanubun dan Kepala LPP RRI Tual, Paulus Laiyan, S.PT.

Pos terkait