IMM Desak Tuntaskan Kasus-Kasus Korupsi
Ambon, MalukuPost.com – Kedatangan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri, diwarnai aksi demonstrasi dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Maluku. Aksi demonstrasi yang dilaksanakan di depan kantor Gubernur Maluku, Kamis (24/09), sebagai upaya meminta ketegasan KPK untuk menuntaskan segala bentuk korupsi yang ada di Maluku.
Koordinator aksi IMM Maluku, Muhammad Saleh Souwakil, menyatakan kasus-kasus korupsi di Maluku baik oleh pejabat Provinsi, Kabupaten/kota hingga tingkat Desa, banyak laporannya sudah masuk ke lembaga hukum baik itu kejaksaan maupun kepolisian, namun tidak semuanya tuntas tertangani.
“Ada yang ditangani dengan baik, ada juga yang hilang kabar tanpa jejak,” tandasnya.
Diungkapkan Souwakil, dugaan kasus korupsi diantaranya, dugaan korupsi pemotongan Alokasi Dana Desa pada 92 Desa di Kabupaten SBB yang menyeret nama Bupati bahkan hingga saat ini kasus itu hilang kabar.
“Kasus SPPD Fiktif di Ambon Tahun 2011 senilai Rp6 miliar yang ditangani penyidik Unit Tipikor Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease juga tak terdengar lagi,” ujarnya.
Souwakil katakan, selanjutnya dugaan korupsi APBD Maluku Tengah 2015 yang diusut Polres Maluku Tengah yang dinilai tidak tuntas seperti dugaan gratifikasi Bupati Buru Selatan.
“Bahkan KPK pernah memanggil Tagop Solisa selaku Bupati Buru Selatan untuk dimintai keterangan berkaitan dengan kasus Korupsi yang ada di tahap penyidikan,” tandasnya,
Souwakil menambahkan, dugaan korupsi Sekda Kabupaten Buru yang telah disangkakan kepada Sekda Buru, Ahmad Assagaf, begitu pula dugaan Kasus Korupsi Lampu Desa Alun-alun Kota Namlea hilang ditelan Bumi
“Kami ingin KPK mengambil alih semua kasus korupsi tersebut untuk melakukan proses hukum lebih lanjut sesuai dengan kewenangan yang tertuang dalam Undang-Undang dan menghukum koruptor seadil-adilnya,”pungkasnya.
Aksi demonstrasi itu ditutup dengan penyerahan pernyataan sikap kepada Perwakilan Pemerintah Provinsi Maluku, melalui Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Maluku, Melky Lohy.
Sekedar diketahui, kedatangan ketua KPK diagendakan, kamis 24 September, namun ditunda Jumat 25 September.


