Pemkab Malra Gelar Uji Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi Bidang Terampil

  • Whatsapp
Bupati Malra, Drs. Hi. Muhamad Thaher Hanubun, saat membuka kegiatan Uji Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi Bidang Terampil di Langgur, Selasa (15/9/2020)

Langgur, MalukuPost.com – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruan (PUTR) Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) bekerjasama dengan Balai Jasa Konstruksi Wlayah VII Jayapura, menggelar Uji Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi Bidang Terampil.

Kegiatan yang digelar selama dua hari (15-16 September 2020) tersebut, dibuka dipusatkan di aula kantor Bupati setempat, Selasa (15/9/2020).

Bupati Hanubun dalam sambutannya menjelaskan, Revolusi Industry 4.0 yang kini dihadapi dunia dan Indonesia saat ini mengedepankan profesionalisme.

Revolusi industri 4.0. tersebut juga telah mendorong seluruh sektor termasuk sektor ketenagakerjaan, untuk memiliki standar kompetensi, kualifikasi serta kapabilitas tertentu sesuai kebutuhan pasar kerja.

Menurutnya, tanpa dibarengi dengan kualitas, maka sulit rasanya tenaga kerja kita mampu berkompetisi dengan tenaga kerja asing yang dinilai lebih siap.

Olehnya itu, menjadi dasar bagi pemerintah pusat dan daerah, untuk melakukan berbagai upaya guna meningkatkan kualitas tenaga kerja. Salah satu pola pengembangan yang dinilai efektif adalah melalui jalur sertifikasi tenaga kerja bidang ahli dan terampil.

“Alhamdulilah, atas dukungan Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PU dan Perumahan Rakyat, pada tahun ini kita mulai dengan sertifikasi Tenaga Kerja Kontruksi Terampil,” katanya.

Peserta Uji Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi Bidang Terampil yang terdiri dari mandor, pelaksanan tukang besi dan tukang kayu.

Bupati Hanubun mengingatkan, uji sertifikasi ini sangat penting, karena seiring dengan fakta bahwa salah satu penyebab rendahnya kualitas hasil pekerjaan konstruksi saat ini adalah rendahnya mutu hasil pekerjaan dari tenaga kerja yang dipekerjakan, sehingga berdampak pada kegagalan bangunan dan kecelakaan konstruksi.

“Sebenarnya kita memiliki banyak potensi dan bakat tenaga kerja yang jumlahnya tersebar, namun selama ini belum terdata secara baik. Selain itu tenaga kerja kita kurang diberikan pelatihan keterampilan tentang seluk beluk perkembangan tentang Konstruksi, padahal ragam dan bentuk konstruksi sebagian besar mengalami perkembangan atau trend kebutuhan masyarakat,” tandasnya.

Pemda Malra tentu berkepentingan dengan uji sertifikasi yang dilaksanakan saat ini. Selain menjadi jaminan kualitas, sertifikasi tenaga kerja konstruksi juga bertujuan untuk melindungi para pekerja agar memiliki nilai tambah dan siap menghadapi liberalisasi perdagangan.

Bupati Hanubun berharap agar melalui dinas terkait, semua tenaga kerja di Malra yang bekerja di sektor formal dan informal dapat dipetakan dengan baik, sehingga intervensi kebijakan dan prioritas penanganan dapat dilakukan secara konstruktif dan berkelanjutan.

”Dalam konteks yang lebih luas, sertifikasi kompetensi ikut menentukan kualitas pembangunan di Malra,” imbuhnya.

Bupati juga berkeinginan, semua perusahaan jasa konstruksi wajib memiliki tenaga kerja yang sudah melalui uji sertifikasi, sehingga kualitas pekerjaan dan konstruksi fisik yang dihasilkan benar-benar memiliki nilai manfaat yang besar kepada Pemerintah dan masyarakat.

“Saya berharap para peserta ujian ini agar dapat mengikuti seluruh rangkaian materi dengan baik, sehingga akan bermanfaat dan memberikan kontribusi bagi peningkatan kualitas kerja saudara kedepan,” pungkasnya.

Peserta uji sertifikasi saat ini seluruhnya adalah kenaga kerja potensial di Maluku Tenggara, sehingga Bupati yakin dan percaya para peserta telah memiliki dasar pengetahuan dan pengalaman yang memadai tentang substansi keahlian masing masing.

“Janganlah menganggap bahwa pelaksanaan Uji Sertifikasi ini sebagai kegiatan formal semata, namun faktor penting masa depan bagi para peserta,” pungkasnya.

Pos terkait