Diduga Satgas Covid-19 MBD Sengaja Hilangkan Dokumen Asli Rapid Test

  • Whatsapp
dokumen rapid test
ilustrasi

Yermias: Tim Satgas Seakan Acuh dan Lepas Tanggung jawab

Tiakur, MalukuPost.com – Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid -19 Kabupaten Maluku Barat Daya ( MBD ) diduga menghilangkan sejumlah dokumentasi Rapid Test Pelaku perjalanan.

Dimana dokumentasi asli pelaku perjalanan tidak dapat ditemukan pihak Gugus Tugas MBD saat pemeriksaan berkas di Pelabuhan Laut Moa, Rabu (14/10).

Berdasarkan pantauan media ini, kedua pelaku perjalanan inisial T.T dan F.N yang hendak berlayar dengan menggunakan KM Cantika 99 bertolak menuju Pelabuhan Laut Moa sekitar pukul 22.00 Wit.

Setibanya disana, kedua pelaku perjalanan melaporkan diri ke Tim satgas dengan membawa serta amplop yang berisikan dokumen pelengkap pelaku perjalanan. Dari hasil pemeriksaan, dinyatakan lengkap kemudian diberikan kartu kuning sebagai tanda layak diberangkatkan.

Setelah mendapatkan kartu kuning, kedua pelaku perjalanan menuju kapal laut. Dan sesuai protokoler kesehatan, maka dokumen keberangkatan diperiksa kembali oleh tim satgas. Setelah melakukan pemeriksaan dokumen, keberangkatan kedua pelaku perjalanan tersebut ditolak.

Hal itu disebabkan tidak adanya dokumen hasil rapid rest yang asli, padahal kedua pelaku perjalanan baru tiba di Moa pada Minggu (11/10/2020) sebelumnya, otomatis surat hasil Rapid Test masih berlaku karena masih dibawah 14 hari terhitung tanggal keberangkatan (14/10/2020).

Setelah melihat situasi tersebut , pihak satgas dari dinas Kesehatan MBD mengambil inisiatif untuk mengecek keberadaan dokumen hasil rapid tast tersebut di kantor. Naasnya hanya menemukan copian dokumen atas nama kedua pelaku perjalanan, Dan copian dokumen tersebut tidak dapat dilampirkan sebagai jaminan kelayakan seorang pelaku perjalanan.

Sekitar kurang lebih dua jam terjadi adu mulut antara penumpang dan satgas, Ternyata pencarian, Salah satu staf Dinas kesehatan pun tidak menemukan dokumentasi asli hasil Rapid Test .

Padahal nama kedua pelaku perjalanan tersebut telah terdaftar di data penumpang KM Cantika 99 tujuan Ambon. Namun akhirnya kedua pelaku perjalanan tersebut tidak diberangkatkan tanpa ada pertanggungjawaban oleh pihak satgas MBD.

Justin Yermias, salah satu warga yang menyaksikan hal itu mengatakan sangat kecewa atas perlakuan satgas MBD terhadap kedua pelaku perjalanan, karena selaku masyarakat telah memenuhi seluruh protokoler kesehatan yang ditetapkan. Tetapi akibat kelalaian pihak satgas sendiri mengakibatkan pembatalan keberangkatan.

“Diduga kuat pihak satgas dengan sengaja menahan dokumen tanpa memberikan arahan yang jelas bagi masyarakat. Bahkan ketika persolan ini terjadi, Tim satgas MBD seakan acuh dan melepas tanggung jawab pada masalah yang diakibatkan mereka (Petugas) sendiri,” ungkapnya.

Yermias, jika dokumen asli hasil Rapid Tast setiap penumpang ditahan tanpa alasan yang pasti, kemudian keberadaan dokumen tersebut tidak diketahui oleh pihak Gugus dalam hal ini staf dinas kesehatan.

“Maka patut dipertanyakan dimana keberadaan dokumen tersebut. Hal ini tentu mangarah pada penyelundupan berkas, bahkan diduga telah terjadi tindakan penyelewangan kebijakan untuk kepentingan pribadi yang mengarah pada tindakan korupsi,” kesalnya.

Pos terkait