Cegah Penyebaran Covid-19, Bapenda Malra Gelar Sosialisasi Pada Sejumlah Objek Pajak

  • Whatsapp
Sosialisasi yang dilakukan oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Malra terkait pencegahan Covid-19 pada sejumlah objek pajak restoran dan pajak hiburan di wilayah kabupaten Malra, Jumat (15/1/2021).

Langgur, MalukuPost.com – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) menggelar sosialisasi terkait upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Sosialisasi tersebut dilaksanakan pada sejumlah objek pajak restoran dan pajak hiburan di wilayah kabupaten Malra, Jumat (15/1/2021).

Pantauan Malukupost.com, pelaksanaan sosialisasi tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Bapenda Malra, Theresia Tamnge, SE,M.Si didampingi beberapa staf.

Sejumlah rumah-rumah makan, café (warung kopi) dan tempat hiburan menjadi lokasi pelaksanaan soialisasi dimaksud.

Untuk diketahui bahwa materi sosialisasi yang disampaikan dalam pelaksanaan sosialisasi tersebut yakni Surat Edaran Bupatu Maluku Tenggara Nomor 973/94/SETDA tanggal 12 Januari 2021 tentang Pembatasan Konsumen/Pelanggan pada Objek Pajak Restoran; serta Instruksi Bupati Maluku Tenggara Nomor 55 Tahun 2020 tertanggal 14 Desember 2020 tentang Kewajiban Mengikuti Protokol Kesehatan bagi Wajib Pajak dan Retribusi di wilayah kabupaten Maluku Tenggara.

Dilakukan pula sosialisasi tentang Instruksi Bupati Maluku Tenggara Nomor 54 Tahun 2020 tertanggal 14 Desember 2020 tentang Kewajiban Menggunakan Alat Smart Register sebagai Alat Perekam Transaski Pajak/Retribusi secara Online bagi Obyek Pajak Hotel dan Restoran di wilayah kabupaten Maluku Tenggara.

Selain itu, Bapenda juga melakukan sosialisasi tentang Peraturan Bupati (Perbup) Maluku Tenggara Nomor 84 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Penerapan Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di wilayah kabupaten Maluku Tenggara.

“Untuk sejumlah tempat hiburan malam, sebelumnya kami sudah layangkan Surat Edaran Bupati Maluku Tenggara Nomor 973/95/SETDA tanggal 12 Januari 2021 tentang penutupan sementara obyek pajak hiburan selama kurang lebih dua minggu, terhitung mulai tanggal 13 Januari 2021. Hari ini kami lakukan sosialisasi tentang surat edaran, instruksi-instruksi dan peraturan bupati terkait dengan penerapan protokol kesehatan,” jelasnya.

Tamnge mengatakan, terkait dengan sejumlah rumah makan, café (warung kopi) maupun restoran, pihaknya juga melakukan sosialisasi yang sama.

“Awalnya direncanakan akan dilakukan penutupan untuk sementara waktu namun mengingat perekonomian harus tetap jalan, sehingga kami hanya melakukan pembatasan konsumen/pelanggan,” ujarnya.

“Sangat diharapkan dari pemilik tempat usaha ini untuk memperhatikan hal-hal misalnya dalam satu rumah makan biasanya menampung 50 pelanggan, maka saat ini harus dibatasi menjadi 25 pelanggan saja,” katanya lagi.

Tamnge juga mengingatkan para pemilik rumah makan, café (warung kopi) maupun restoran agar seluruh karyawan dalam melaksanakan aktifitasnya harus menggunakan masker dan wajib menyediakan tempat cuci tangan dilengkapi hand sanitizer di pintu masuk tempat usaha.

“Para pekerja/karyawan di rumah makan selama beraktifitas juga harus menggunakan masker, dan wajib menyediakan tempat (wadah) untuk mencuci tangan serta hand sanitizer di depan pintu masuk,” tandasnya.

Dijelaskan Tamnge, terhadap objek pajak hotel dan restoran (rumah makan), pihaknya telah menyediakan alat smart register untuk digunakan sebagai alat perekam transaksi pajak/retribusi secara online.

“Saya sudah ingatkan para pemilik rumah makan (restoran) agar selalu menggunakan smart register untuk bertranskasi. Jika lalai maka menjadi tanggungjawab pemilik usaha,” tukasnya.

Dirinya berharap agar semua pemilik usaha-usaha tersebut dapat melaksanakan semua yang disampaikan dalam sosialisasi dimaksud khusus terkat dengan ketentuan-ketentuan terkait penerapan protokol kesehatan.

“Hari ini kami sosialisasi, selanjutnya nanti tim Satgas Covid bersama Pol PP akan turun melakukan kontrol dan pemeriksaan,” pungkasnya.

Pos terkait