Di Hutan Bakau Yeanroa, Ambon-Kei Menyatu Dalam Irama Ukulele

  • Whatsapp
Nicho Tulalessy di tengah para musisi Ukulele di Kei dalam kegiatan belajar di pelataran Caritas Cottage Ngilngof, Maluku Tenggara, Sabtu (16/1). (Foto ist)
Pendiri dan pelatih ukulele Julia Manufury menyerahkan cinderamata kepada Nicho Tulalessy dari Amboina Ukulele Kids Community (AUKC) dan Kabid Destinasi dan Industri Pariwisata Dispar Malra Budhi Toffi pada pembukaan pembelajaran Ukulele di Ngilngof, Maluku Tenggara (foto ist)
Pendiri Tibe One Ukulele dan Kei Islands Ukulele Julia Manufury menyerahkan cinderamata kepada Nicho Tulalessy dari Amboina Ukulele Kids Community (AUKC) dan Kabid Destinasi dan Industri Pariwisata Dispar Malra Budhi Toffi, sebelum dimulainya kegiatan pembelajaran ukulele setengah hari di Ngilngof, Kei Kecil, Maluku Tenggara (foto ist)

Laporan Rudi Fofid-Tual

Malukupost.com – Pohon-pohon bakau nan padat mencuat dari hamparan pasir putih. Air pasang, langit mendung. Hujan tercurah, tanah dan rumput pun basah. Meskipun demikian, senja tetap membiaskan warna elok di Teluk Yeanroa Ngilngof, Kei Kecil, Maluku Tenggara (Malra). Dari keheningan itu, terdengarlah suara orang-orang riuh memetik ukulele secara gegap gempita.

Begitulah suasana di pelataran Caritas Cottage, Yeanroa, Ngilngof, Sabtu (16/1) siang hingga petang. Nicho Tulalessy dari Amboina Ukulele Kids Community (AUKC) berkolaborasi dengan dua komunitas ukulele di Kei, yang dilatih seniman Julia Manufury. Dua komunitas itu adalah Tibe One Ukulele dan Kei Islands Ukulele.

Semula, kegiatan hendak digelar di Pantai Ngurbloat yang popular dengan pasir putih terhalus. Pandemi covid-19 membuat pemerintah ohoi menutup sementara lokasi wisata tersebut. Atas restu Penjabat Kepala Ohoi Ngilngof Genny Ohoitimur dan pengelola Caritas Cottage Frengky Liefofid kegiatan belajar ukulele dipindahkan dari Ngurbloat ke lokasi Caritas Cottage di Yeanroa, di Ngilngof juga.

Hujan deras tidak menghalangi rombongan pemain ukelele dari Tibe One Ukulele dan Kei Islands Ukulele untuk datang ke Caritas Cottage. Pendiri dan pelatih Amboina Ukulele Kids Community (AUKC) Nicho Tulalessy yang baru tiba dari Ambon, juga datang pada waktu hampir bersamaan, dalam guyuran hujan.

Sebuah seremoni kecil berlangsung di bawah gasebo terapung. Nicho Tulalessy menyerahkan donasi 12 pucuk ukulele,  dua ukubamboo, dan sepucuk gitar lele. Sebagai apresiasi, Julia Manufury menyerahkan cinderamata kepada Nicho Tulalessy, dan juga Kabid Destinasi dan Industri Pariwisata Dispar Malra Budhi Toffi yang hadir di lokasi kegiatan.

Kegiatan belajar ukulele pun berlangsung sekitar tiga jam. Tulalessy memperkenalkan teknik dasar ukulele kepada anak-anak yang baru mengenal ukulele, dan kepada yang sudah mahir, diperkenalkan pula beberapa teknik untuk berbagai genre musik.

Pembelajaran berlangsung meriah. Anak-anak Kei senang sekali mendapat sentuhan seorang seniman yang datang dari Ambon.

“Saya sangat berbahagia hari ini atas apa yang sedang terjadi,” kata Julia dengan mata berkaca.

Dia bercerita bagaimana melihat sekilas anak-anak Ukulele saat melintas di Amahusu, melihat mereka di youtube, melakukan komunikasi dengan Nicho melalui media sosial, dan akhirnya pendiri Amboina Ukulele Kids itu bisa hadir di tanah Kei.

Tulalessy berjanji, setelah dirinya pulang ke Ambon, ia akan menjadwalkan kembali kunjungan ke Kei untuk beberapa hari.

Kabid Destinasi dan Industri Pariwisata Dispar Malra Budhi Toffi mengungkapkan, pihaknya akan terus mendukung perkembangan musik ukulele yang sudah dirintis Julia Manufury dkk. Ia meminta kedua komunitas ukulele di Kei segera mendaftar di dinas agar tercatat di sana.

Ketika hari sudah senja, dari balik hutan bakau Yeanroa, terdengar irama lagu The Rose in Her Hair yang popular di Ambon dengan judul Papeda Dingin. Para pencabik ukulele mengakhiri seluruh pembelajaran dengan menyanyikan lagu riang Aroan Sir-Sir.

Pandemi covid-19 tidak menjadi penghalang bagi musisi Ambon dan musisi Kei untuk berkolaborasi. Setelah jumpa pertama, mereka berjanji akan ada pertemuan berikutnya yang lebih meriah. (Malukupost.com)

Pos terkait