Ini Lima Tugas Besar Dishub Malra Terkait Pelayanan Dalam Mendukung Konektivitas

  • Whatsapp
Kepala Dinas Perhubungan Malra, John Jamarthin Nikson Hukubun, S.Sos.,M.Si.

Langgur, Malukupost.com – Usai dilantik oleh oleh bupati setempat sebagai Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) kabupaten Maluku Tenggara (Malra), Nikson Hukubun bersama jajarannya diembankan lima tugas besar.

“Salah satunya adalah mendorong pelayanan maskapai Garuda atau Citylink ke wilayah Malra, ujar Hukubun di Langgur, Jumat (16/4/2021).

Terkait hal itu, Hukubun memastikan dalam waktu dekat, pihaknya akan melayangkan surat ke Kantor Staf Kepresidenan dalam rangka permintaan pelayanan Maskapai Garuda.

Dirinya menambahkan, sementara maskapai Citylink sendiri, Bupati Hanubun telah lebih dulu melakukan penjajakan pada minggu lalu.

Untuk diketahui, Bupati Malra telah bertemu langsung dengan Direktur Utama Citylink Juliandra Nurtjahjo dan Chief Commercial Officer Citylink Benny Rustanto, pada Rabu (7/4) lalu.

“Garuda itukan BUMN, jadi mereka dapat mempertimbangkan lagi untuk masuk ke sini,” ujarnya.

Menurutnya, maskapai Garuda sangat mendukung pengembangan pariwisata di daerah ini.

“Kami juga akan mendorong layanan kargo untuk ekspor produk perikanan,” tandasnya.

Hukubun mengungkapkan, selain tugas diatas, empat tugas lainnya yakni penataan lalu lintas, memperketat izin berlayar, meningkatkan konektivitas Kei Kecil-Kei Besar, dan mendorong pengembangan pelabuhan perikanan di Uf.

Dijelaskannya, untuk penataan lalu lintas akan difokuskan di kota Langgur guna mengatasi masalah tabrak jalur hingga penutupan jalan yang jadi fokus utama. Untuk itu, pihaknya bakal melakukan berbagai inovasi, salah satunya menggunakan pembatas jalan yang melarang masyarakat menggunakan jalur tertentu.

Dengan demikian, pihaknya dapat menakan angka kecelakaan dalam kota. Begitupula jika terjadi penutupan jalur dalam kota, pihaknya akan melakukan pendekatan secara persuasif dengan pemerintah ohoi untuk bisa mengatasi  persoalan ini.

Sementara untuk kebijakan perketat izin berlayar, pihaknya akan fokus kepada kepada kelengkapan fasilitas keselamatan yang harus dimiliki setiap kapal (alat transportasi) laut seperti life jacket.

Hukubun menegaskan, pihaknya akan membantu pemerintah terkait peningkatan konektivitas wilayah Kei Kecil – Kei Besar.

“Pintu masuk di wilayah selatan, juga utara timur harus ada, sehingga ketika ferry  bisa melayani, tentu kapasitas muat lebih besar, lebih aman, dan lebih murah,” tuturnya.

Olehnya itu, pembangunan pelabuhan rakyat di ohoi Faan juga harus dituntaskan untuk meningkatkan konektivitas, termasuk rencana kedepan akan dimodifikasi untuk pelabuhan ferry.

“Sehingga titik konektivitas antar wilayah semakin tinggi. Jadi orang turun dari pesawat, naik mobil ke kota, dan bisa hari itu menyeberang ke Kei Besar,” tukasnya.

Dijelaskannya, dalam waktu dekat, Deputi I Kantor Staf Kepresidenan bersama Dirtek Pelindo IV akan mengunjungi Malra. Pada kesempatan itu pula pihaknya akan mengusulkan kebutuhan pembangunan di Malra yaitu pengembangan pelabuhan Uf untuk mendukung M-LIN serta pelabuhan Elat.

Pos terkait